Category: Tanah Karo


Kamus Bahasa Karo


A
abal KB abal-abal tempat garam dari bambu, dsb
abam KB ; serbuk abu yang sangat halus.
abang KB; abang-abang sejenis pohon yang buahnya menyerupai kacang polong dalam ukuran besar.
abit KB; kain panjang/ kain sarung yang disandang wanita
abul KB ; penggantian kerugian ; denda pembunuhan, pencurian.
acem KB; bahan untuk membuat asam pada makanan, utatamanya buah cekala asam glugur.
aci KK ; ngaci, mengumpan, menang burung melalui umpan; memikat bur pengaci burung pengumpan.
acik KS; ngacik, pacik dan makcik, pikiran busuk.
adang KB; ngadang , patungan untuk suatu pesta, dan bersama-sama menanggung biaya, Siman adegan; kewajiban yang harus ditanggung.
ado KS; mehado, gila, sinting, adon; sakit jiwa.
agam KS; kabur (lih magma)
agem KB; abu rokok; (cepat padam tidak membara); magem-magem; buram, kusam, tidak jernih udaranya.
ageng KB; kayu baker (lih. Juga arang) ; siagengen radu mbring, sikuningen radu mengersing = kalau kita saling mencerca akan rugi, tapi kalau kita saling menolong sama-sama untung.
agi KB; adik laki-laki, atau adi perempuan








B
ba KB; huruf ketiga dalam abjad Karo; Bana, bangku, bandu sifatnya pemilikan pribadi. Ikatakenna man bana= dikatakannya kepadanya.
babah KK; mulut, moncong, mulut ceret, bagian yang tajam dari sebilah pisau, pedang, pesebabah = petumbar babah ( lihat tumpar).
baba KK; mbaba, dan maba membawa sesuatu, mendukung sesuatu, termasuk dalam marga; terbaba ukurna sisa = akibat penderitaan yang ditanggung sendiri.
bacang KB; mbacang, sejenis buah mangga/ kuini. Ragi mbacang, bunga mbacang, sejenis tanaman berwarna merah. Bacar ; Mbacar= Suka menegor orang.
bacul KS; kehilangan keberanian, dikatakan kepada ayam sambungan yang telah mengalami kekalahan, tersingkir dari arena perkelahian.
badia KS; (bahan pustaka) ; suci-kesucian, dipisahkan untuk Tuhan.
bado KB; Ikan Gabus
bagan KB; WC, kakus
bahing KB; tanaman jahe.
baho KB; lazimnya udan baho, hujan es.
bahuk KB ; jambang, juga dikatakan mengenai ayam; mauk jumbal bahuk.
bahul KB; bahul-bahul, bumbung untuk menyimpan ikan, juga di sebut dengan upik mayang, jaringan ikan.
bajak KB; bagian kayu paling keras.
bajang KB; anak bajang.
baju KB kemeja ; baju-baju, selubung- bagi sinjarumi baju, , icaingi muat jilena, biasanya.
baka KB ; sejenis kerancang dari rotan atau kulit kayu, biasanya untuk menyimpan pakaian; baka ini ada 2 macam : baka tutup, gunanya untuk menyimpan harta yang berharga, baka nasi = untuk raleng tendi (memanggil roh).
bakal KB; jalan tikus yang longsor karena diinjak-injak kerbo atau sapi; jalan berlubagn di sebuah desa. Bakal-bakal= sejenis tanaman yang daunnya setelah dirajang halus, dicampur dengan candu.
bakka KK; (bd. Bukbak ), dikuliti ibakbaki = ilaklaki, dikuliti ; biasanya jering ( jengkol) dan tubis jantung pisang.
bakkang canggung kidal sulit berbicara
bala KB; prajurit ; anak bala = ginemgem balagege, lihat gege
balagading : KB; balagering, sejenis ulat pemakan batang padi.


balagais : KS; perilaku kurang baik, suka mengganggu, tanpa mengharapkan keuntungan bagi dirnya.
balage’ge’ KS; prilaku yang merusak orang lain, atau barang-barang orang lain.












C
ca KB; huruf terahir dalam abjad Karo
carm KB; sejenis Selimut, juga baju panas untuk membungkus badan seperti : ncabinken.
cabul KS; sangat kurang ajar ; sangat tidak tahu aturan ; cakap cabul = caram, bahasa kotor / porno.
cacat KB; denda atau penggantian yang harus dibayarkan kepada orang yang barangnya rusak.
cak KK; perintah untuk berdiri ; biasanya untuk anak-anak
cakap KK; bicara, bahasa; percakapan, kata-kata seorang; cakap batak, bahasa batak; cakap karo, bahasa karo ; dsb;
calat KS; polos, papan yang diketam halus/ licin; tanam yang dibersihkan dan ditata dengan rapi
caldik KB; nama burung yang bunyinya nyaring
caleh KK; ncaleh, mencelupkan, mencelupkan sejenak, seperti makanan kedalam kuah, atau roti kedalam kopi/the.
caleng KK; mencari sayuran dalam hutan / lading sebagai teman makanan nasi.
calengi KK; memetik sayuran caleng, anak pungut.
calung KB; gelas minnuman dari bambu seperti pada penjajah tuak atau nira.
calus KB; suatu perangkap atau jebakan yang tidak berhasil, sehingga binatang yang terjebak bisa terlepas lagi.
cambang KB; sarang lebah, tawon cambang –cambang, sejenis jemuran untuk menjemur padi disawah.
camak KB; kotoran anak kecil.
camet KK; ncamet, mengerjakan lahan menggemburkan tanah.
campah KB; sampah
cancan KB; sejenis ikan, bagi cancan kena doran, umpama; seorang yang rupawan potongan tubuh ideal.
cane KB; batu asah yang berputar pada porosnya.
canggah KK; menatap keatas, mengadah, kiasan ; sombong
cangge KB; hiasan rambut yang terbuat.
nggun KB; sejenis tikar yang tergantung di suatu tempat ( duduk) nongol.
capah KB; pinggan besar dari kayu, sebagai tempat makan untuk 2 -3 oran, capah temuti, piring makan seorang dukun.
capi KB; minyak capi, lemak sapi.
caru KB; sejenis burung.






D
durung KB; jala ceduk; dibuat dari benang godang dan tangkainya dan tangkainya dari kayu kondatang. –ndrung; during-durung ; pendurung pinet
dursat KB; kulit yang lentur
dusun KB; tanah jajahan , kloni; daerah wilayah yang ditinggali orang lain karena ditinggalkan merantau oleh penduduk aslinya.












E
eda KB; panggilan terhadap istri abang: enggo reh-ndu?, sudah datang edamu?
edi itula; enda didaramindu e? Me — !, inikah yang kau cari itu?
egas KB; tanduk; penggel egal lembu nta, tanduk lembu kita patah.
ei Kt Seru; hai.
ekem KS; peram. Ekem galu ena maka pedas tasak, peram pisang itu biar cepat matang
elah KK; selesai makan; enggo elah kam man?, sudah selesai kau makan?
elak KK; kupas: elak kulit kayu ah!, kupas kulit kayu itu!


elar KK; periksa; cuba elar sidingta ngai tah rulih kin! Coba periksa jerat kita , entah berhasil.
elbuh KK; elbuhken panggilan; elbuhken sitik agindu ena! Tolong panggilkan adikmu!
ema KK; cium: ola ema babh babah agimu e! Jangan cium mulut adkmu ini!
embah KK; ngembah 1.menggendong 2. membawa
embak KK; tanah yang dicangkul kemudian dibalikkan.
embun KB; embun; enggo nusur embun, sudah turun embun.
embus KK; embus: embus api ena gelah gara, embus api itu supaya menyala.
emo KK; ngemo memburuh; upah ngemo gundari Rp 9000,00 sada wari, upah memburu sekarang Rp 9000,00 satu hari.


G
ga KB; huruf ketujuh dalam abjad Karo
gaba KB; gaba-gaba, hiasan gerbang memakai alat dari bamboo dan lambai; gabai-gabai ; memperhiasai dengan gaba-gaba ( daun-daunan).
gabu KK; (abu), pegabuken, mengadu domba ; membuat keributan.
gabur KB; megabur, tanah yang subur dan halus, nggaburi, membuat tanah menjadi subur. – cima gabur-gabur cimpa matah, dari tepung beras, gula dan kelapa ( tidak dimasak).
gadam KB; badam, kusta.
gadiman KB; galiman, jambu kelutuk
gading KB; gading. Ditambah na…… jantan
gaduh KB; rumah atau tempat bermain permainan rampah
gadung: KB; ubi (pamoca batatas =L) gadung jolo, ubi rambat ; gadung kayu .
gagap KB; tersesat, menyimpang kejalan yang salah, kebingungan
gakgak KK; jurgak , memandang keatas, mengengadahkan kepala ; gak-gak tampak das melihat keatas ; gak-gak , kasar, berbicara melampawi batas gak-gak negerana ; sombong, angkuh.
gala KB; Lnggala, Jerami padi ; nggala = neggala , membajak.
galah KB; tongkat atau galah dari bamboo untuk menonjok buah-buahan;juga untuk mengusir ayam atau babi. Sigalah-galah matahari = matahari kira-kira jam lima sore.
galak KB; nyala api atau lampu ; senapan yang telah ditaburi mesiu ; -nggalah membubuhkan rempah-rempah kedalam panic atau mesiu dalam senapan.
galang KB; besar, bervolume, mis batu orang; kegalangen sangat besar.
galiman KB: (gadiman) sejenis perdu dan buah yang terkenal dengan nama jambu biji atau jambu kelutuk.
galinggang KB; (galaingging) sejenis perdu; kayu sigalingging raya, telu daligna, pelin-pelin tai menci idas, teka-teki untuk mensiang (cike), – bagi galinggang kuda, tuhu mbente tapi mehuli mam tabar, umpama : ucapan / kata nasehat yang tajam sulit untuk diterima dan sakit untuk dilanggar.
galuh KB; pisang (; Musaparaditica)=L
galumbang: KB; ergalumbang, gelombang, air bergerak
galum : KB; ngalam gelombang yang tinggi dan kuat; oleh sebab itu dapat disebutjuga bergulung-gulung. Galum amakta; igalum lau; sabahna igalum lau.
galunggung : KB; galunggum, sejenis perdu ( rumpun bambu)


H
hado KS; juga ado; gila senu mehado, sakit jiwa
hamat KB; lihat juga amat, mehamat, hormat, hikmat. Yang terhormat/ kehormatan/ saling menghormati.
hayam KB; kenayamen, menguap terganggu oleh rasa kantuk. Ayam-ayam = permainan.
hayang KB; perasaan lesu dan lemas setelah menderita demam dan panas tinggi.
hermuk KB: mehermuk , menjadi kecil seperti pasir, menjadi kersik, mengersik hanur padi kecil-kecil / remuk.
hihi KB; urang hihi , sejenis kurcaci, atau orang kerdil , yang menyambut segala sesuatu dengan menyerigai.
hile KK; mehile, ‘nghile, bersorak, seperti anak-anak perempuan dalam guro-guro.
himak KS: menghimak , kotor, tidak teratur,
himun KB; mehimun , masih gelap tetapi terang hari sudah mulai nampak; samara-samar ; buta ayam.
hole KK; ole, ditarik bersama, diayun-ayun sambil menarik hobi, bakat pekerjaan yang disenangi.
hoji KB; merhat) ada unsure tujuan membenarkan cara untuk mencapai tujuannya, Bd, pada permainan judi.
honteng KB; tersumbat, dirintangi, mis : jalan, aliran air, juga dipakai dalam arti kiasan menghambat. Rasa menghargai.
hou KS; disuruh berhenti / pelan-pelan, diam, biasanya untuk lembu atau kerbau.
huli KB; mehuli, baik perangainya ; mehuli kulang , hamil; terhulin, yang lebih baik.
huma KB : perhuma, lading, peladang ; tanah yang aru dibersihkan dan ditanami.
hamur KS; mehumur, subur, gembur, tanah mehumur, tanah gambur yang telah siap untuk ditanami.
hunda erhunda, dalam jumlah besar, berbondong-bondong, da;a, kelompok besar, berhunda-hunda, sangat banyak jumlahnya.
huntak KK; ihuntakken, mengganggu diganggu sehingga terjadi kemelut.


I
idah KK; ngidah, melihat, mengamati, memperhatikan dengan gaya pengelihatan ( nehen) singidahsa seorang saksi, saksi mata ; teridah; dapat dilihat ; terindah buni-bunina.
idang KK; dihidangkan, disajikan ; ngidangi melayani seseorang.
idar KK; salah penghitungan, ndauh
das KB; seutas benang , dua idasna = dua helai benang.
ikal KK; sejenis jimat, penangkal. Berbentuk cincin ( ular menggigit dirinya sendiri / seekor). Biasanya untuk daya tahan.
ilat KS; jahat, murka, curang (bd. Lat-lat) enggo ilat sura-surana, maksudnya jahat.
iling KK; ngilinken, menuangkan sesuatu dengan hati-hati dan bedikit-dikit, miling-miling, aliran air yang sangat lambat, gemercik.
iluh KB; air mata: nuri-nuri ia tuhu naktak kel iluhna, bercerita dia sambil berjatuhan air matanya.
imbang KB; lawan atau musuh: aku lait imbangku, tidak ada musuhku.
imbo KB; siamang: terbegi sora imbo bas kerangen nari, terdengar suara siamang dari hutan.
imbul KB; pantat ayam: imbul manuk kuakap sientabehna, pantat ayam yang paling kurasa enak.
imen KB; ingus: ndaraten imen perban tangis, meleleh ingusnya karena menangis.
imput KB; pantat: mesui imputku, sakit pantatku.
incum KB; moncong: mesui incumku, sakit moncongku.


J
ja KB; huruf ke- 8 abjad karo.
jabu KB; Ruangan dalam rumah, yang di tinggali oleh satu keluarga. Sada jabu = satu rumah
jagar KB; senda gurau, seloroh ; penjagar, sebagian tubuhnya seperti belut dan sebagian lagi ( bagian kepala) seperti ular ( belut).
jagat KB; kerbau jagat, kerbau putih : buk jagad dagingna, putih kulitnya oleh sesuatu penyakit .
jagur KB; ayam atau jagi yang hamper tidak berbulu.
jagus KB: ijagus, dicakar, sijagusen , saling mencakar.
jagut KB; jabut; menjagut , berambut kasar, berserabut, kasar seperti papan diketam.
jahjah KK; ‘njahjahi, menyapa orang dengan marah
jaja KK; erbinanga dan ngudi; perjaja, penjaja, orang jualan.
jajap KK; (dadap), menjelajah, kekuatan musuh; penjajap, kekuatan garis depan.
jajar KB; pemabatasan, perbekalan
jajat KB; menyebar, mis, penyakit menular, api meluas; kalak jajat, orang gila; enggo jajat ranna, ucapannya tidak karuan.
jalak KB; ayam jago yang berwarna kehijauan dengan bulu-bulu yang indah dan warna hitam keabu-abuan di sekeliling lehernya lehernya.
jalap KS; njalap, besikap jujur, terus terang obat yang mujarap, njalapi, mencari bukti-yang dipercaya dari anak beru.
jamjam KK; jelamjam, berbicara dalam tidur ; menggigau (jelapjab).
jampi KK; njampi, menahan darah pada luka; penjampi, menahan darah pada luka; pejampi, obat penahan darah; jampi-jampi penahan dalam tubuh berupa mantera-matera.
jandi KB; persetujuan, perjanjian, terdapat dalam berbagai nama tempat jendi meriah , seribu jandi; erjandi, mengadakan perjanjian, menetapkan perjanjian; bagi sebayang ras sitepu, sejandi, mereka mengadakan dan menetapkan perjanjian bahwa keturunan mereka tidak akan saling kawin mawin.
jangak KS; sebutan bagi orang-orang yang mampu untuk menghilang dengan tiba-tiba; enggo jangaken, tiba-tiba menjadi kaya.
jutjut :KS; meregut, tidak mau senyum; murung, duduk termenung dengan bibir menjuntai; njutjuti, melanggat peraturan permainan panta; yaitu garis permainan; garis perjutjut, garis pada permainan panta.




K
kabir KK; ‘ngkabir, mencumbu seorang anak.
kacak KK; ‘ngkacak, berdandan. Stelan
kecembul KB; kotak tembakau ukuran kecil.
kacibung KB; ujung dari serume yang berbentuk trompet dan dapat memperkeras suara serume.
kacilulung KK; terbang tinggi dan tegak keatas; erkacilulung, saling berlomba untuk mencari penembakan yang paling tinggi, dengan menggunakan sumpiten.
kacinanamen KS; ketagihan; kacinanamen ku juma kami, burung ketagihan makan padi diladang kami.
kahak KB; riak, dahak; dahaken, berdahak.
kahkah KK; menurunkan bunyi : memukul, mengetuk; kahkah bohan= toka bohan, membelah kayu tempat masakan; (lih. Dibawah: bohan).


kahul KB; menyisihkan sesuatu untuk suatu tujuan yang khusus, mis. Agama; dikhususkan, disucikan.; kahul, tidak boleh dipotong; manuk kahul, seekor ayam dipersembahkan kepada dewata pada saat acara negaleng tendi, sebagai pengganti diri orang yang tertawan jiwanya.
kan KB; panggaruk; ‘ngakiri, sering dituliskan dan diucapkan ; ‘ngekeri, mengumpulkan kotoran dengan penggaruk.








L
la KB; huruf ke 16 abjad Karo.
lakar KB; berguguran daunnya, melekar, pohon yang terkelupas kulitnya karena kekeringan.
lake KK; ilake-lake = itembehi, dimarahi.
lako KB; laku, sudah terjual (lawes, lako, laku), juga diajukan kepada lako man ; guru da lam upacara agama melako.
lalap :KB; terus menerus, tanpa henti-hentinya ; sirasa lalap.
lampam KB; lunak, rapu untuk kayu.
lampas : KS; cepat, sebelum saat ditentukan, segera, lampas kam reh, cepat dating.




M


madi KK; adi ; madin,menyatakan perbandingan lebih baik.


majil KB; usang, tua, majal (pisau).


maga seakan-akan, seolah-olah, tempa-tempa; maga la ernahe, seolah-olah tidak berkaki; maga-magana = tempa-tempanya; magana = watak; kuga magana anak ah ? bagaimana anak itu wataknya ?


Magak KK; gakgak, jurgak, menengadahkan, menyembulkan kepala ke atas dari persembunyian.


magem KS; pudar, luntur, enggo magen rupa uis ndai, telah pudar warna pakaian itu.


magin KS; demam; ola magin-magin, jangan demam, sehat terus ; kurang enak badan.


mago lih. ago.


magun keberadaan, setadiun; kuga magunna, bagaimana keberadaannya.


maha KB; submerga Sembiring; Sembiring maha, bertempat tinggal di daerah Renun.


mahal KS; sulit, sukar diperoleh, jarang ditemukan, mahal.






mahar KB; lih. Akar.


mahik KK; dalam keadaan mau batuk karena terganggu pernafasan.


mahit = mahik.


mahum KS; apak, apek, bau sesuatu yang terlalu lam sehingga tidak layak dimakan.


maler KK; lih. aler.


mali KS; basi; makan mali-mali, nasi yang sudah basi;adi enggo mali ola ipan, kalau sudah basi jangan dimakan;pemali, dipakai untuk menyatakan mali dikalangan bangsawan. mali : ermali-mali merekenca.


malkal : malkal-malkal.


malu KS; mela, malu, berkaitan dengan harga diri keturunan atau keluarga; kita harus emalu-malu, kita harus mempunyai rasa malu (tidak boleh bersikap masa bodoh_.kemalun, mendapat malu.


malun lih. balun.


malpung KK; melpung, jatuh karena lepas dari tangkainya atau pengikatnya is. Buah-buahan lih. pada nampuk.
mama KB; saudara laki-laki ibu, paman, ayah-istri ; ermama, memanggil atau menyebut mama; termama-mama (bd.terbibi-bibi) keinginan pada seorang pria atau wanita untuk menikah.


mamah KK; ermamah, memberi makan anak-anak dari mulut ibu ke mulut anak secara langsung seperti burung memberi makan anaknya; ngemamahi, memberi makan anak dengan cara mengunyah makanan setelah halus diludahkan kemulut anak.


mamak KB; batu mamak, sejenis batu karang; ranggas kenjahe, ranggas kenjulu batu mamak i tenga (sebuah teka-teki mengenai kepiting).


mamang KS; heran, merasa aneh; mamang ateku, heran saya; kemamangen, terheran-heran; ola atendu/ukurndu mamang, jangan kamu heran.


mambar : (lih. tambar), sembuh, berangsur baik, dingin; enggo mambar ukurna, sudah dingin hatinya, tidak panas, tidak marah lagi.


mambo KK; (lih. ambo) membersihkan senjata biasanya dengan memakai daun nenas, cuka dan sebagainya.


mambo : = sumambo.


mami KB; istri mama (lih. juga mama); istri saudara laki-laki ibu, ibu mertua.


mamis KB; I. (bd. mamis) dalam jari manis, jari manis;rumput mamis, sejenis rumput yang wangi; rumanis, campuran rumah dan mamis menjadi nama kampung di Kab. Karo;
II. mamis silima-lima, lima waktu yang pentig dalam hari; yaitu : manis, kal, suri, burma, bisnu.


mampa : mengembara, merantau tak tentu tujuan.


Ampet : hilang dari ingatan beberapa saat (bd. nimpet dan petpet); mampet ukur, pikiran melayang-layang.


mampis KB; (bd. ampis) pohon yang buahnya sudah hampir habis dipetik. ampul pohon yang buahnya sudah habis sama sekali.


mampung KK; menampung.


mampus KK; mampus; mampus ko ! mampus kau !.


man : I. kata depan; kepada : man ise, kepada siapa; man bandu, kepadamu; man bana, kepadanya; man ia, kepadanya; man sinihamati, kepada yang terhormat;


II. untuk : man kai e ? untuk apa itu, man bangku mbelin, gunana gimana untuk saya besar manfaatnya; si man sianu, yang untuk(istri) si anu ;


III. akan, hendak : man oraten, yang akan dikaji ; si man buaten, yang akan diambil, si man ogenken, yang akan dibacakan.


man KK; makan (lih. pan), mari man, mari makan. ; man sikatawari ? makan waktu apa?.


manat : pernyataan yang meyakinkan, ermanat-manat (berbicara) dengan sungguh-sungguh untuk menghilangkan segala keraguan yang selama ini, berargumentasi mendapat persetujuan bersama.


manca I. = mahanca, menyebabkan ;


II. manca-manca=mari=mari tempat duduk.


mancar KK; mancur, muncrat,mencret.


manco KK; manco ukur = mersek ukur, menanti apa yang akan dikatakan.


mandah KK; bertempat tinggal sementara di suatu daerah, pindah sementara.


mandal KS; pantang, kata-kata yang tidak boleh diucapkan.


mandangi KB; (bd. mendani) suatu nama yang diberikan oleh dukun kepada seseorang agar dia mampu mempengaruhi orang lain, agar orang lain segan (takut) kepadanya.


mandi KB; lau mandin, nama sungai dataran tinggi karo; permandin, nama kampung di tanah karo.


mandike KB; semangka.


mandeket KB; nama sejenis pohon.


mane KB; mane-mane, sejenis meja pendek.


maneh KK; pemaneh-maneh, kain atau baju orang yang sudah meninggal diberikan kepada pihak kalimbu yaitu mama orang yang meninggal itu.


mangabia KB; barat laut.


mangkar KS; (lih. angkar); terasa tidak cukup atau kurang, merasa tidak puas.


mangkuk KB; mangkok; mangkuk-mangkuk, nama sejenis bunga,.


mangmang KB; daftar isisan, formulir.


mangun mangun-mangun= mawen-mawen, kadang-kadang.


mangsi KB; pinsil, patlat.


mani KB; bahing mani, tanaman sejenis alia (lih. bahing).


maniang : lih. manang.


manik KB: sub merga Ginting, Ginting manik; kerangen manik, kalung mutiara panjang bentuknya ; pr. Liah manik, pantem taneh kena bites, menyatakan orang yang nasibnya sial sekali.


manis KS; rimo mukur, nama sejenis jeruk ; lih. manis.


mano KB; sub merga perangin-angin, sama dengan perangin-angin anggur di Sarinembah.


manuk KB; ayam; manuk-manuk, biasa disebut untuk penis laki-laki ; lateng manuk, nama sejenis jelatang ; sarang manuk, (lih. sarang).


murik KK; melahirkan anak, dipakai untuk hewan ; juga murit.


murit KK; ermurit, hewan melahirkan anak. murmak : I. jarak, kata menjijikkan; II. semeraut tidak cermat.


murmur : termurmuren, terkenal, kenamaan.


murta merta-merta, marah dalam keadaan panik, stres ; murta-murta, sangat marah.


murtas (lih. burtas).


musang KB; musang, birnawit, tempulak.


musil KS; miskin ; kalak musil, orang miskin ; kalak musil-musil, orang yang seperti tidak berharga.


musuh KB musuh, lawan.


mutik KB; bakal buah, ermutik, sedang berbuah kecil-kecil sehabis berbunga ; bd. Putik.


mutika KK; dengan penuh hormat.


mutuk KB; daun pisang atau kelapa yang masih muda sekali ; bd. Utuk atau pucuk.


mokup KS; (lih. okup); merasa panas karena terik matahari.


mola lakon mola-mola, perhelatan sesuai dengan adat.


molas KS; mulas.


moler : lih. oler.


moli KS; I. terlalu masak, ranum II. basi, atau mati.


mombang (lih. ombang dan mombang).


momo KK: pengumuman, mengemukakan, mengumumkan ; berita ; ermomo, menyampaikan berita.


mondel KB; I. mondelna, jantan II. nama sejenis tembakau.


morah KS; I. morah ate, di sukai, di ingini dan ingin memilikinya ; = mengga II. morah-morah ; kai morah-morah ndu, apa tuntutanmu


III. morah-morah, biasanya berupa kain dan uang diberikan kepada pihak puan kalimbubu dari anggota keluarga yang meninggal.


moran KB; atau pemoran, pancing.


mori more (lih. ore).


morenda emborenda.


moruk KS; moruk-moruk, matang sebagian saja misalnya pada buah durian.


motu KS; bodoh ; motu-motu, penekanan sifat bodoh, pemotu-motuna bana, ia pura-pura bodoh.














N


n : I. huruf ke-5 aksara Karo ;


II. akhiran yang berfungsi dan artinya sama dengan akhiran –nya dalam bahasa Indonesia ; dipakai pula untuk menunjukkan jenis kelamin pada hewan, misalnya mberguhna, kerbau jantan; jenggina, lembu jantan.


nahe KB; kaki; tapak-tapak nahe, telapak kaki; bekas nahe, jejeak; ernahe, berkaki; ernahe empat, berkaki empat ; nahe-nahe, alat mainan anak-anak terbuat dari bambu dua buah dinaiki dan dilangkahkan berjalan.


nahun kinahun, semenjak; penahu-nahunen, hal seseorang yang berulang-ulang sakit saja.


nai K.Ket I. dahulu, masa yang lalu; nai-nai, dahulu kala, sudah lama sekali; si nai, yang dahulu; rabi nai, malam tadi; ndigan nai, kapan (menanyakan waktu yang telah silam) II. ola nai, jangan lagi; ola nai nari, jangan lagi.


naik K.Seru kata yang diucapkan dengan keras sewaktu meletakkan sirih sebagai sesajen sawah sesudah selesai mengirik padi tujuannya supaya sawah banyak menghasilkan padi; belah naik, hari ke setiap bulan.


nakal KS; tidak berbudi, nakal.


nakan KB; nasi; nakan mbergeh, nasi dingin; nakan las, nasi panas; nakan berpage bodat, nasi ketan; nguluhi nakan, memasak kembali karena persediaan nasi tidak cukup misalnya kareana ada tamu baru datang; nakan sauk, nasi goreng, nakan page, nasi untuk (roh) padi; sumpit nakan, bakul dari pandan tempat nasi; ndarami nakan, cari makan; nakan colok, anak korek api, jika digesekkan ketempatnya akan menyala; nakan bedil, peluru senapan.


nakan-nakan : I. sisa nasi di piring yang dikumpulkan untuk makanan ternak misalnya : babi, anjing;


II. nakan-nakan matana, seseorang yang senang sekali ia melihat karena dicintai. Pr.- bagi perluam, nakan, sanga luam ngenca ergojok-gojok, menyatakan semangat meluap-luap tetapi hanya seketika saja.


mambur gia nakan gelah kudin ula beka, kalau sang bayi akan lahir harus mati apa boleh buat, tetapi ibunya perlu diselamatkan.


nake dipakai sebagai kata sapaan antara sebaya perempuan saja; kata sapaan mengatakan kemesraan antara suali istri.


nakoda KB; nahoda kapal.


nala KS; ernala, bercahaya pada tempat gelap; membara.


nalem : ernalem, berserah, pasrah kepada seseorang atau sesuatu, kepada Tuhan; pernalem, diserahkan, diharapkan = ipenalem; penalem, tempat berserah; Tuhan penalemanku, Tuhan tempatku berserah; la terpenalem, tak dapat diharapkan.


nali KB; tali = tinali.


nalih senalih, ukuran isi setara 20 tumba atau 40 liter.


nama KK; menaruh


naman Ket.tempat nama sebuah kampung di Kec. Simpang empat Kab. Karo.


namo Ket.tempat lubuk pada sungai airnya tenang; banyak dipakai nama tempat : namo ndersi, namo ukur, namo karalina.


namuk KB; nama binatang kecil dapat terbang seperti jenis rayap, nyamuk dsb.


namur air embun atau air hujan yang masih melekat pada rumput; pernamuren, bagian cakar dan paha ayam yang biasa diberikan pada anak-anak; anak namur, anak kolong, anak yang lahir diluar perkawinan.


nampang KB; nampang-nampang, ladang.


namping KS; selalu tergantung kepada orang lain, tidak mampu mandiri.


nampuk KK; jatuh, misalnya dari pohon durian; enggo nampuken, sudah jatuh buahnya.


nampung KK; menampung jika dibandingkan dengan besarnya, mis. gabus emping.


nau (lih. enau).


nana KB; warna hitam pada kulit seseorang.


nanah KB; nanah pada luka ; nanahen, sudah bernanah.


nanam rasa makanan, minuman; ngenanami, merasakan ; nanam ngeluh, rasa kehidupan ; ngenanami, menanggung kesusahan ; kacinanamen, ketagihan, kecanduan; penanam-nanam, rasa-rasakan; nanamna gelarna, tebu(teka-teki).


nande : ibu; nande Oberson, ibu Oberson; nande biring, kata sapaan perintis banyak wanita beru biring.


nangkat KB; anak panah sumpitan ; pr. gedangen nagkatna asangken eltepna, menyatakan lebih pintar anak daripada orang tuanya.


nangken KK; bergerak menuju yang paling tinggi ; nangken-nangken, keadaan jalan mendaki.


nangkih KK; I. naik; nangkih motor, naik bus; nangkihken, naiklah; nangkihku teruh, naik turun; nangkih-nangkih, memanjat;


II. kawin tidak ada persetujuan orang tua, pengantin pergi ke rumah paman (anak beru) dan paman inilah melaporkan kepada orang tua pengantin itu.


nangnang : banyak sekali, terlalu banyak suatu makanan; sibante nangnangna, atau silit bante nangnang, orang kaya makanannya berlebih-lebihan, yang miskin kekurangan.


nanit KB; nama sejenis pohon, daunnya lebar seperti daum kayu jati.


napal KB; batu napal, sejenis batu yang sangat keras seperti batu karang.


nabi nabi.


napih KK; suatu perbuatan yang dapat menimbulkan hutang; napihi, membayar hutang karena ada kesalahan berdasarkan adat, bandingkan dengan ngapihi.


napnap KB; I. bentangan yang sangat luas misalnya ladang, sawah; 2.binasa, kena tumpas (lih. Sapsap).




O


Odang KB udang


Ode KS; mode- mode,goyah


Odek KS; goyah.ngodek-ngodek,sudah mengoyah-goyah agar bisa dicabut


Oga KS; pantas,patut,cocok,benar


Ogas KB; iogas-iogas kalak,ditahan atau dibantah oarang


Oge KK; baca,teroge,terbaca,ngoge-ngoge ukur kalak,menerke maksud orang


Ogel KK; 1 kata pendahuluan yang diucapkan sebelum inti pembicaraan,rencana maksud hati.


Ogot KB; ogot-ogot,berkelakuan


Oh KS; kata seru yang menyatakan perasaan;oh agi!,oh kaka!


Ojar KB; siojar-ojar nama sejenis racun(pupuk) yang dapat membuat orang menjadi gila karena dia menghina sang guru;gila karena siojar-ojari


Oker KB; penyakit pada akar gigi.


Okup KB; dipanasi badan dengan memakai asap(uap)panas dalam suatu sungkup agar orang itu berkeringat;mokup,terasa panas terik matahari;beru okup,beru perangin-angin.


Ola KK; jangan;ola bage,jangan begitu;ola la mehangka,jangan tidak seganlah,olande jangan dulu;olanai jangan lagi;si ola ningku e,yang jangan kataku itu;ola lahang je;tidak menarik,sederhana saja disitu.


Olah tergantung;olahken,gantungkan;cinggolah,bergantung misalnya pada dahan.


Olak KK; molak dan ngolak=mulin ersimolak=ersimulih,ada imbalanya.


Olaling KB; gema,bagi olaling,kuga ingkalak bage nina,orang yang hanya menyatakan apa yang dikatakan orang lain, membeo saja.


Olande KB; ola dan nande


Olang KK; menghalangi melarang;la lit singolangsina,tidak ada yang melarang atau yang menghambat.


Ole KB; ole-ole irama untuk menyatakan tenaga pada kelompok yang menarik atau menghela suatu benda besar misalnya pohon kayu besar,odak,lenggang-lenggangmisalnya daun pita yang ditiup angin.


Olen KK; mondar-mandir,hampir sama dengan mulih-ulih keluar masuk misalnya napas atau makan pada sistem pencernaan mamah biak.


Oler KK; ngolerkan,menyorongkan atau mengalihkan


Oli KB; oli-oli,tiruan bunyi terompet dari ruas batang padi atau bambu yang ujungnya dipanjak dengan gulungan daun enau atau empi-empi. Olih kk,-molimolihh,berulang-ulang,molih-olih,pembicaraan yang berulang-ulang sehingga membosankan Oling kk moling-moling,berjalan mondar-mandi r,bolak-balik. Omas kb,kain emas,nama bagi tuhan illah yang suka mematikan.


Ombak KB; hanyut, ombakken hanyutkan, ngombakken, menghanyutkan


Ombal KB; nama sejenis cacing atau ulat kecil mengerikan,hanya sekali-sekali muncul tapi jumlahnya sangat banyak.


Ombang KK; ngombang,menggunakan muslihat,bersiasat menipu,catur rombang-ombang,bermain dengan membuat permainan tambahan yang dianggap seimbang.misalnya menjalakanya bisa sebagai kuda,poin banyak dari biasa,ombang-ombang problematik bermain catur.


Ombat KK; mombat-mombat,berjalan-jalan.


Oneng KB; oneng-oneng,genangan air dari rawa-rawa;moneng-moneng,tergenang tidak mengalir seperti telaga.


Onggal KK; tidak seimbang,monggal-monggal,tergantung-gantung seperti pohon tumbang yang tersangkut pada pohon lain sehingga tidak sampai ketanah.onggal-onggal,onde-onde terbuat dari singkong parut diberi gula dan kelapa,kemudian digoreng.


Onggar KK; bongkar satu persatu dari onggokanya; ngonggar,membuka atau menyingkat suatu masalah lama yang dikurang disenangi.


Ongging KS; mudah miring misalnya pagar.


Ongkam KB; singkap; ngongkam, membuka tutup misalnya, peti, menyingkap, menyerkap, menyerahkan.


Ongket KK; angkat.


Ongkil KK; membuka atau membongkar sesuatu dengan alat misalnya:pintu jendela seperti dilakkukan oleh pencuri


Oning KB;galah,pentung


Ontan KK; berayun-ayun


Ontar KB; montar-ontar=ratar-ratar,bermain otar-otar yaitu permainan anak-anak,seorang anak duduk di atas kedua tangan temanya yang ditumpangkan pada kedua bahu anak yang lain didepanya.


Ope K.Ket sope atau lope sebelum


Orat KK; aturan, menanyakan aturan, hubungan keluarga; Morat sifat suka menanyakanaturan, hubungan dengan cermat.


Oré lihat uré


Oren KS; dengan hormat, dengan takzim, terrus menerus.


Orong KK; batal, tidak sah dan minta diulang misalnya pada permintaan tuak.


Orus KK; meluncurkan, melorot


Osar KK; kosar ilik, membuka ikatan, simpul


Osé KB; pakaian, baju, busana.


Ota KK; ayo, ota lawes kita, ayo berangkat


Otar KB; otar-otar (kb) sejenis perisai kuno dari kulit, dihiasi dengan rambut ikal


Otes KS; motes, terserang penyakit perut berbahaya, meninggal dunia.


Oto KS; bodoh, tolol, dungu; Ngoto-ngotoi: (kk) membodoh-bodohi


Otup KK; menyuruh berjalan lebih cepat.






































P


padar ipadar KK; dihukum misalnya dengan cara dijemur dipanas terik.


padek KB; sejenis katak besar


padi KS; padi-padi nama beras.


padit K.Ket rapat, berdekatan, lawan jarang, sepak, terjang oleh kuda atau lembu. Madit kk menerjang.


pajek KK; mendirikan rumah


pajuh KK; sembah, ipuji: disembah; pajuh-pajuhen yang diembah atau sembahan.


paduk KB; galah; paduk-paduk: alat pertanian mirip cangkul.


padukah KS; padukah, nama untuk dewa kahyangan.


padung KB; anting-anting besar terbuat dari pirak, sejenis kerbau


pagar KB; sarana untuk menangkis setan atau hantu; pagar kuta: sarana yang dipakai untuk melindungi desa dari seragan roh jahat


page KB; page-page padi, nama jenis rumput sawah.


pagi besok. Pepagi pada hari yang akan datang. Pepagina besoknya. Erpagi-pagi pada pagi-pagi benar. Pagi rebi pagi hari. Nakan pagi rebi makanan untuk pada hari dan sorenya.


pagit KS; pahit. Pagit-pagit nama sayur sup khas Karo, bahan utamanya dari saripati isi perut besar lembu,kerbau, atau kambing. Pagitsa tendi ku rumah, ucapan orang tua jika ada bayi yang bersin.


Si pagit, nama kecil perempuan beru Tarigan Sibero di daerah Juhar sekitarnya.


paguh KK; tagut pantuk atau mematuk.


paha KB; paha. Bena paha, pangkal paha perumpamaan tergetuk paha kemuhen ngkap paha kawes, orang yang ditimpa kesusahan keluarganya ikut merasa susah.


pahar KB; sejenis alat memasak makanan yang terbuat dari logam.


pahat KK; pahat. Mahat memahat. Pahatan yang dipahat. Perumpamaan bagi pahat adi lai pekpek la itehsa man orang yang tidak mau bekerja jika tidak disuruh.


pahe syukur, untunglah.


pahpah KB; emping dari biji padi atu jagung yang masih agak muda, digosongkan lalu ditumbuk sampai pipih.


pais KS; licik


pak suara dahan patah disebut erdepak.


paka K.Ket waktu sebutan tambahan sewaktu menghitung bulan yang pertama sampai bulan kesepuluh.


pakam KB; sejenis pohon yang buahnya banyak dimakan oleh sejenis burung kulikap dan juga oleh anak-anak. Kayunya biasa dibuat jadi capah (sejenis piring sagat lebar tempat makan beberapa orang)


pakana KB; sejenis pohon


pakan KK; ermakan menggembala.


palang KS; sejenis penyakit pada perempuan tua mungkin karena penurunan uterus atau karena penurunan uterus atau karena pembengkakan alat kelamin.


palar KS; mepalar, hemat, bijaksana, bertindak efisien. Malar membuat diri berguna untuk sesuatu .


palas KK; dasar, fundamen baik untuk bangunan maupun untuk suatu pemukiran, pendapat.


palis KK; kena; palis kata kalak la menuli, tidak baik kena kata orang.


pait KK; ipalitkenna ditimpakannya: ipalitkenna man bangku salahna, ditimpakannya kepadaku kesalahannya.


palu KB; alat pemukul


pan KK; makan.


panas KB; keringat: cucur panasna, mengalir kerigatnya.


pang KS; berani; kam pang rubat ras ia? Berani kau berkelahi dengannya?


pangir KK; erpangir berlangir: aku telu kali seminggu erpangir, aku berlangir tiga kali seminggu.














S


sulgam KB; 1.bulngam 2. nama julukan kepada anak perempuan pada salah satu sub marga Ginting.


sulpah deburan ombak yang menerpa dinding kapal.


sulpak KK; ersulpak, menendang dengan


tualng kering ; sisulpaken, sejenis permainan anak-anak muda Batak


suma K.Bil tanggal 23 bulan ; suma pultak, tanggal 2 ; suma siwah, tanggal 9 ; suma cepik, tanggal 16


sumambu KK; sejenis rotan yang berat ; tongkat rotan.


sumangan KB; sumangat, tempat penyimpanan tulang-belulang di lapangan terbuka, yang lazimnya berbentuk kuburan berbukit.


sumbang KS; memalukan, khususnya yang berhubungan dengan ikatan yang terlalu dekat dalam pernikahan karena masih ada hubungan darah ;


sumbang belanga, perbedaan warna terlalu menyolok, mis: rambut yang hitam pekat dengan wajah yang putih bersih;juga:mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas, tidak sopan.


sumbi mengisi sesuatu yang lowong; numbi, mengisi penuh atau sebagian sebuah lubang


sumbing !. mudah tersinggung ; II sumbing (bd.jurbing)


sumbu KB; sumbu lampu


sumbul KB; mata air, sumur nama desa di Kabupaten Karo.


Sumekah KK; membuka mulut; menyatakan pendapat: berbicara; ola ko sumekah, tutup mulutmu!


sumerung sayat sumerung, daging ternak yang dipotong berlapis-lapis


sumpah KK; hujat ; sumpah anak permakan, bersumpah yang tidak dipercaya. Ersumpah menyatakan hujat, sumpah. Numpahi menyumpahi, menghujati orang.


sumpana KB; I.lih.umpama II. sejenis tumbuhan menyerupai jujut.


sumpaling KB;sejenis aren.


sumpelit KK; 1. permainan judi, dengan cara


menghempaskan mata uang yang dijudikan ke tanah 2.sangka sumpelit sejenis tanaman perdu.


sumpit KB; sejenis kantong beras yangdibuat dari anyaman cike; tading kubangna/melketna, bagi sumpit pergadungen, penderitaan yang dialami orang suka menolong dari yang ditolongnya.


sumpilpil KB; sejenis palis.


sumsum KB; sejenis kelenjar di sekeliling alat kelamin


seekor babi; mengandung cairan yang sangat bau.


sun KS; tak berdaya; mati


sundat tidak jadi; lanai sundat, lolo tidak mungkin untuk menghindar; tak dapat dihindari; nundat menurunkan panas penundat arun, obat penolak panas.


sundalit tergelincir.


sundur KB; sejenis rumput yang dijadikan sayuran.


sundut matahari terbenam, generasi tua (dikaitkan dengan umur manusia) tingkat atau lantai dalam rumah bertingkat.


Kejeren pitu sudut menara tujuh tingkat. Kesundaten bagian barat


suap 1. ersuap, berpasir, tidak licin 2.sesuatu yang tajam (pada papan, bambu dsb), suapen, tertusuk oleh hal seperti itu.


suwan KK; nuan, menanam sinuwan-sinuwan; tanaman ; sun-suanen


suari siang hari


suasa KB; emas 18 karat, suasa.


suahsah KB; hampir sama dengan suasa, tepi dengan kadar emas yang lebih sedikit.


suang KS; 1. sama tidak berubah, menjadi sebagai mana adanya; 2.keberadaan suatu perkara; endam suangna rananta enda, demikianlah halnya dengan perkara kami.3.pesuwang-suwangken: biasanya gejala orang yang mau meninggal dunia, tentang bicaranya atau makan minumnya yang lancar, buang tabiat 4.suwang nama julukan kepada anak laki-laki sub marga Karo Surbakti.


sualak KK; roboh, longsor, khususnya mengenai tunggul sawah.


sue KB; sue-sue, sejenis jangkrik yang berbunyi “sue” ; uir-uir.


sui KS; mesuwi, merasa sakit; suwin, menderita sakit.




T


ta 1.huruf kedua belas dalam abjab Karo 2. kata ganti kepunyaan untuk orang pertama, jamaak kita. Misalnya, jumanta, ladang kita.


tabah KK; tebang; nabah, menebang;


ertabah upacara (ritual) menebang pohon untuk membuat perahu pada acara pekualah


tabak KB; 1.sejenis baki, tampan. 2. rakus.


taban jatuh ke tangan musuh; tertaban, tabanen dan taban-tabanen=rampasan,tawanan perang.


tabar KB; (bdk.tambar dan tawar),alat atau cara untuk menyumpahi; sitabar, sejenis pisang yang biasa digunakan


sebagai bahan atau obat pencahar penyakit, dan juga sebagai makanan,lazimnya digoreng terlebih dahulu; nabari,kerja nabari,


upacara besar untuk mengusir setan dan penyumpahan; tabar-tabar, sejenis tanaman yang digunakan pada acara ersilihi (upacara membuat selamatan terhadap roh seseorang


yang sudah tertawan agar orang tersebut tidak sakit-sakit.


tabas garis-garis pada seekor kucing macan; lidah-lidah api yang bagus; ertabe, bergaris menyala seperti lidah api.


tabeh KS; ntabeh, enak rasanya; daging yang berlemak; tembakau yang keras Ntabeh ate dalam situasi yang enak


nyaman; tabeh-tabeh lemak daging; lemak daging babi,lemak daging lembu.


tabi biasanya sentabi, maafkan,permisi! sentabi aku perkenankan saya, misalnya kalau ada sesuatu yang harus dikerjakan yang tidak pada tempatnya atau pemali.


tabun: 1.berpenyakit ayan; 2. metabun banyak satu kelompok atau lobang (tanaman padi,dll)


tabung KB; kotak tembakau umumnya sebuah kotak.


tagang nagang, menahan dari belakang misalnya, dengan memegang bajunya, atau tali temalinya (lawan:ambang,nebeng.dsb)


nagangi sama artinya,tetapi lebih intensif.


tagas KB; tagasen, lih.mbal-mbal, tanah yang kering dan gersang.


teger menderu-deru,seperti bunyi guruh dikejauhan.


tagih KS; nagih, mengingini sesuatu, ingin makan sesuatu, tiba tiba mempunyai keinginan terhadap sesuatu.


taguk KB; tabung bambu penutup tan pola (tangkai putik pohon enau) untuk melindungi terhadap binatang-binatang


seperti bernawit, sugi tenggiling; taguk- taguk, cebokan.


tagut nagut, mengigit untuk ular mematuk untuk burung.


tah (bedakan : entah), kata keterangan tambahan yang menyatakan keraguan kemugkinan, barangkali; tah tuhu tah lang


la kueteh, benar tidaknya saya tidak tahu tah ise, entah siapa; tah ise muatsa, siapa gerangan yang mengambilnya?


tahsa (pada akhir satu kalimat), mungkin bisa jadi… bukan?; nggit nge ia tahsa, mau dia barangkali.


tahan mampu, kuat, tahan,sanggup: ertahan bertahan; nahan, menahan;lanai tertahan,tidak tahan lagi.


tahanen tahanan, orang yang ditahan.


tahat metahat, sukar,sulit; metahat kal, sangat sulit


tahil sejumlah sepuluh dolar, khususnya untuk menentukan denda, mas kawin dan sebagainya. tahilen, papan paling atas dari sagka manuk, yaitu papan yang terberat langsung di bawah lantai.


tahsa mungkin, entah.


tahtah KB; 1. sejenis binatang melata. 2. cara menghias sesuatu, semacam tulak paku; baju tahtah, selai baju dengan


perhiasan di kiri dan kanan belahan dada.


tahun Ket.waktu tagun, tetapi lebi sering dalam pengertian waktu, mulai awal kegiatan menanam padi sampai masa panen; tahun page (tahun pada) atau tahun kitik (tahun pendek, lebih kurang 10 bulan, sedangkan


tahun mbelin, sejenis cendawan; kinahun, semenjak, selama, semasa; pertahunken, menantikan bertahun-tahun selamanya


tai KB; kotoran (lazimnya disenyawakan dalam bunyi: te- + -na, misal, te-m-para, te-m-besi,dsb).


tais KK; nais, menyadap cairan atau getah pohon.


tajak KB; linggis untuk menggali lubang, jangkrik; najak, menusuk, menikam.


tajem metajem, kata-kata yang selalu mengena.


taji KB; pisau kecil yang melengakpi ayam sabungan sebagai pengganti tadi.


tajo KB; bagian yang runcing dari kail.


tak tiruan bunyi, erdetak, menetak-netak, menetes-netes.


taka KK; belah, taka bohan, bohan yang terbelah sebagi tanda simbolis (dari bambu) dari suatu pernyataan, bahwa terjadi suatu perceraian;naka, membelah, terbelah;taka,belahan-belahan kayu bakar; naka-naka, menyiangi tanaman padi untuk keduakalinya ( di dataran tinggi), dengan jalan membuat goresan menyilang di atas goresan tanah sebelumnya untuk membersihkan rerumputan.


takan-takan saat sebelum waktu menyiangi yang kedua kalinya. takah: 1.suatu ketinggian yang menjorok dengan tiba-tiba; 2.topi dari penis.


takal KB; kepala manusia atau binatang takal nurung kepala ikan; takal tiwen tempurung lutut; takal galuh bagian paling bawah dari batang pisang, prm. Bana takal, bana iukurna diumpamakan kepada orang yang sebelah manapun miliknya, tidak tetap pendirinnya, plin-plan.


taki KK; ertaki atau (er) taki-taki mengadakan permufakatan; pertakin; komplotan; suatu penipuan; naki dan naki-naki, memperdaya seseorang anak perempuan, bertandang.


takil nakil KK; menetak dengan parang;


tertakil dengan tidak sengaja kena tetakan parang.


taklok takluk KS; patuh.


takluk patuh, mengikut.


taktak tetesan; sen-taktak, satu tetes; naktak, menetes-netes; terjatuh secara sedikit demi sedikit tanpa diketahui;


gugurnya rambut, tanggalnya gigi, jatuhnya sesuatu (barang); naktaki, membuat perhitungan kasar.


taktik KK; strategi, akal.


Takur KB; piring makan yang terbuat dari bambu; takur-takur, buah sejenis tanaman yang berbentuk mangkuk minum, ditutup dengan sebuah penutup dan berisi air yang


sejuk; tumbuhan kantung kera. takut takut-takut, sesuatu untuk mengisi waktu; pekerjaan tangan pengisi waktu.


takut-takut dahi lang membuat pekerjaan dengan pengisi waktu.


tambah; ertambah, bertambah ;tambahen,tambahan.


tambak 1. sub Marga Tarigan 2. bendungan, waduk;


3. tambak-tambak, kolam kecil tempat pembungan air atau sampah.


tamban KK; 1.persenyawaan antara tambat dan iket. 2. bagian depan kemaluan perempuan.


tambang KB; 1.tali pancing; tali; 2. ongkos, sewa (lihat sewa).


Tambar KK; obat;nsmbsri, memberi obat kepada seseorang; menyembuhkan penyakit dengan memberi obat; manai tertambari,tak dapat disembuhkan; ertambar, berobat.


tambat KB; nambatken, mengikatkan seekor binatang di suatu tempat; menambatkan; penambat, tali pengikat binatang seperti itu.


tambe tabung KB; bambu tempat air.


tambis tangkis KK; nambis, menangkis.


tambun KK;1.nambun, menumpik, menumpulkan; 2. nama satu sub. marga Tarigan.


tambur KK; tutup; tamburi tutupi;


namburi, KK; menutupi; namburi-namburi


lembas, menhilangkan jejak dengan menyalahkan orang lain.


tambus (bd.tambur), tertutup oleh sesuatu, ditimbuni sesuatu.


tambusen Ket.tempat1. tempat atau lokasi yang ditimbuni atau ditutupi dengan tanah dan lain-lain. 2. nama desa di Kec. Tiga Panah.


tami bujuk; metami, sifat suka memanjakan, nami-nami, membujuk, merayu.


tutungi tutup sesuatu; tertutup; buka tutup, sejenis bakul atau keranjang;


tutupen penjara, rumah tutupen, nutup, mengurung seseorang. tutup ronggumna; prm mengatakan sifat


orang dalam keluargaadalah sama. Misalnya, bapaknya


orang marbit maka anaknya juga marbit.-menang ku tutupen, talu ku pendawan; nasehat agar jangan berkelahi; bd. bagikerbo si elisen; radu muas; atau bagi piso


ras garut; atau juga; bagi kayu renciten.tutupen penjara, rumah tahanan.tutur kata yang menunjukkan bagaimana harus dipanggil seseorang yang masuk ke dalam kekerabatan kita; kuga tuturta, bagaimana kita harus saling memanggil? ertutur, saling berkenalan,


yang maksudnya menyakannya apa marga atau beberenya (Toba martarombo) tuturen, suatu percakapn untuk mengalihkan pokok pembicaraan lainnya.


tutus KK; nutus,jujur, menyatakan atau melakukan sesuatu dengan sepenuh hati.


tuwa usia ketuaan; bapa tuwa, kakak lelaki dari ayah; kaka tuwa, kakak laki-laki atau perempuan; kerangen tuwa, rimba;urang tuwa, orang tua; pande tua, atasan dalam pekerjaan; sintuwa, yang paling tua; sintuwa-sintuwa, yang paling tua, memberikan petunjuk yang jelas. tuwah bd. tuwah; 1.berkat kesejahteraan, kebahagiaan 2. mendapat


anak; natang tuwah; mengandung, ertuwah diberkati, mempunyai anak; ambat tuwa.


tuwak: 1. mendukung seorang anak di atas pundak atau bahu.2. sejenis permainn yang menggunakan uang logam; ertuwak melakukan permainan itu.


tuwal KB; neraca yang tidak seimbang kiasan; berbohong, melampui batas dalam berbicara ; tidak seimbang ; tuwal pagi bilalang manuk, pepatah: dikatakan kepada orang yang terlalu berlebihan dalam berbohong sehingga sangat mencolok. tuwalah tanaman dan buah kelapa.


tuwalang sejenis pohon yang terbesar di tanah Batak.


tuwalu KB; sejenis burung merpati.


tuwan KB;tuan, juga pada nama-nama Ilah tertentu, seperti; tuan banuwa koling dunia bawah dalam kasmologi Batak.


tuwang nuwang; menuangkan, membentuk,menciptakan. nuwang cimpa; membuat makanan kecil, penuwangen;


cetakan kuwe; sada penuwangen,kiasan dikatakan kepada dua orang yang merupakan pasangan yang sepadan.


tuwar sejenis bubu, yang moncongnya diarahkan pada arus sungai.tuwi petuwiken; mengasut anjing.tuwir tuwir-tuwir, sejenis ulat.


U


uap KK; atau hua uap, erhua; menguap.


uari olande biarkan begitu jangna diubah atau diganggu.


uaren KB; sejenis tumbuhan yang memanjat pada pohon-pohon yang besar; kata yang dipakai untuk menyatakan ular; nipe.


uari hari; sada wari, suari, pada siang hari, terang hari mulai pukul 6 pagi samapi pukul 6 sore; mate sada wari


meninggal karena kecelakaan (bukan karena sakit) menurut kepercayaan Karo,sebelum masuk agama Kristen, roh orang


tersebut sangat kuat dan dipuja sebai begu kalak si mate sada wari; katawari, kapan,dipakai menyatakan waktu terjadinya suatu perbuatan pada hari itu juga; pda waktu


yang sudah lewat dipakai ndiganai; kapan; untuk yang akan datang dipakai ndigan ;kapan; nama hari pertama aditia hari kedua suma, ketiga nggara dst sampai ketiga puluh.


uari-uarin KS; sifat tidak menentu, lain hari ini, lain pula besok.


uas KB; 1. bunga jantan tanaman pola atauenau 2. ijuk dari sejenis palma rimau ; ijuknya sangat kuat dapat dipakai menjadi tali jerat disebut siding. 3. bentuk dasar dari muas; dahaga, haus: tambar muas, obat dahaga; muas melihe; haus dan lapar, uas- uase rasa dahaga karena terlalu banyakmakan makanan yang asin.4. sifat tidak pernah merasa puas, merasa cukup.


uban: rambut putih, uban; tebus-uban, nama suatu upacara diadakan khusus memperingati orang yang sangat lanjut usia, untuk memberi berkat pada anak-anaknya; ubanen, berambut putih, beruban; siuban-uban, sejenis buah-buahan yang berbentuk kecil dan berwarna keabuan-abuan yang dipakai untuk penyumbat pada petar-petar, sejenis tembakan-tembakanterbuat dari bambu kecil yang berlobang dengan tangkai penyodok, jika ditekan maka sumbatan pertama terdorong oleh tekanan sumbatan kedua serta menimbulkan bunyi letusan.


ubat KB;obat bedil buatan sendiri, (senapang tunggu dulu pada zaman dahulu).


ubung KK;rubung, ngubung, memperpanjang, menyambung; perubung; menyambung nyawa.


ubah KK;menukar, mengalihkan, menukar, berbeda.


ubit mubit-ubit, mulut komat-kamit tak bersuara.


udan KB;hujan; udanen,kehujanan; musim perudan, musim penghujan; udan las hujan diterik matahari. Udan medede hujan yang berkepanjangan. udan meder hujan lebat. udan -baho: hujan batu, hujan es. perumpamaan Karo medede bagi udan erpagi-pagi artinya, hjan dipagi hari biasanya tidak lebat tapi berkepanjangan atau lama baru reda. Perumpaan ini sering dikatakan anak-anak yang menangis


secara keras tapi lama dapat berhenti.


udi KK; ngudi, berjualan, berdagang. Misalnya, berjualan makanan pasa suatu pesta atau keramaian.


uduk KK; angguk.


udu KK; merudu, tergesa-gesa, melakukan sesuatu dengan tergesa-gesa.


ue KK; menyatakan kesetujuan. Ngueken mengiyakan. Pengueken: cara menyatakan ya. Erpengue mendapat persetujuan.


uga kuga; bagaimana. Uga beritandu bagaimana kabarmu. Uga teremna bagaimana banyaknya.


Ugah KB; luka atau borok.


Ugur KK; mugur-mugur, menggoncangkan kian kemari, gemetar, bergetar, seperti rumah yang dimasuki orang.


ugut KK;mugut-ugut, sangat lelah karena lama sekali menjungjung sesuatu diatas kepala, menggoyangkan badan kian kemari.


ugus KK;ngugus, menggosokkan sesuatu benda .


ugur KK; uhur-uhur 1. menyerupai seekor ular kecil (tetapi tidak berbahaya). Mugur- ugur cara bergerak menyerupai binatang.Muhur-uhur perdalanna: jalannya seperti bekicot.


2. tusuk,lubangi.


ujung KS;ujung, puncak sesuatu, penghujung, lawan bena (awal, permulaan) Ngunjungi: meminjam dengan bunga. Pujungken: membungakan uang.


ujang KB; kakak perempuan (bahasa Karo kuno).


utah muntah atau yang dimutahkan. Ngutahken memuntahkan sesuatu. 1. Muntah, merasa mual. 2. luntur; dikatakan mengenai kain. ujung kesudahan, akhir, penghabisan, perbatasan, puncak, dll.


ukat KB; sendok ( dari bambu atau tempurung). Perumpamaan Karo denggal bagi ukat, dikatakan pada wanita wanita yang tinggi stelannya, tinggi hati, congkak.Rukat menyendok nasi. ngukati 1.menyendok nasi 2. sarapan. ngukatken menyendokkan nasi kepada orang lain.Ukat-ukat 1.sejenis rumput 2. alat kelamin jantan (utamanya untuk kuda).


ukual KK; kotoran, endapan, kotoran hewan kecil. ngukal: mengangkat beras yang baru ditumbuk dari lubang lesung dengan tangan, membersihkan suatu wadah dari endapan.


ukir KK;ngukir, mengukirkan gambar pada kayu,memahat, atau barang-barang ukiran.


ukur pikiran,perasaan.Ukur mehuli: pikiran yang baik dikaitkan dengan kata-kata lain dapat membentuk bermacam-macam ungkapan. ukurndu! Pikirmu!. Ola tama ukurndu: jangan tersinggung. Bujur ukurna: baik kelakuannya. rukur; memikirkan atau mempertimbangkan.


Enggo beluh rukur: sudah sadar, sudah tahu diri,


sudah matang memberikan pertimbangan. Jelma rukur orang yang bijaksana. Ngukurken memikirkan dengan matang.


Perukuren akal budi, kemampuan untuk berpikir.


ukum keputusan peradilan. Ukumen: keputusan-keputusan peradilan.


ulah KK; ngulah, melaukan suatu kejahatan. Ngulahi membuat orang menjadi sakit. Rulah yang menjadi sebab kejahatan. Ngerulahi membuat orang sakit lewat guna-guna melalui roh halus. Singerulahi pembangkit penyakit yang aneh dan misterius.


ular sepotong daging yang dipotong memanjang, serat serta kayu. ularna lurus menurut seratnya. ular-ular mengatur pada garis lurus pada bambu yang panjang.


ulam KK;segala sesuatu yang dimakan mentah untuk dijadikan sayur. Ngulam hidup dari makanan sayura yang mentah.


ulas ngulas, membuat, meramu racun. ulang 1. ola jangan atau tidak boleh. 2. terulang 3. alat yang usang.


uli KS;mehuli, bagus, indah dinyatakan untuk hari dan tingkah laku. Pehuliken memperindah, memperbaiki, atau mengatur.


Ulih apa yang diperoleh, penagkapan, keuntungan.Ulih siding apa yang diperoleh melalui perangkap atau penipuan. Rulih beruntung dalam perburuan. Mulih pulang, kembali, perpisahan atau perceraian.




V


vaksin KB; benih cacar


vaknisasi KK; penyuntikan


variasi selingan, selang-seling,ragam atau corak


veteran KB; bekas prajurit atau bekas pejuang.


vokal suara,bunyi, nyaring, nyata, dan jelas


volume ukuran, kubik, isi, takaran, jumlah muatan


vonis KK; hukuman atau keputusan


veneselin KB; anti-biotika


virus jasad renik yang tidak dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop biasa, hanya dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop elektron, yang menyebabkan dan menularkan penyakit seperti cacar, rabies, dll.






vaksin bibit penyakit yang sudah dilemahkan ke dalam


tubuh manusia atau binatang (dengan jalan menggoreskan


atau dengan menusukkan jarum) agar orang atau binatang kebal terhadap penyakit tersebut.


vakum 1. hampa udara 2. kosong (tidak ada petusnya,


pejabatnya, dan sebagainya)






















W


wabah KB;penyakit menular


wadah KB; tempat atau alat untuk menampung air


wadam KB;wanita adam, banci, atau bencong.


wudu KK;menyucikan diri dengan membasuh muka, tangan, dan kaki dilakukan sebelum sholat.


waduk KK;bendungan, kolam besar.


wajar biasa, lumrah, lazim, normal, sebagaimana adanya, tidak dibua-buat, sewajarnya.


wajib harus, mesti, sudah sepatutnya,sudah selayaknya.


wakil KB; wali, yang dikuasakan, pengganti, utusan, delegasi, agen, kepercayaan, kuasa, atau timbalan.


wari hari. Simate sada wari orang yang meninggal karena kecelakaan atau meninggal sebelum tumbuh gigi dan rohnya




menurut kepercayaan orang Karo sebelum mengenal agama menjadi sembah-sembahan.


warsa tahun.


wasit pelerai, pemisah, pendamai, pengadil, pemimpin pertandingan.


waspada berjaga-jaga, berhati-hati, atau siaga


wassalam selamat, hormat, atau takjim.


wawancara tanya jawab


wawasen wawasan, paham, pengertian, pandangan.


wesel pengiriman uang .


wibawa pengaruh. Erpengaruh berpengaruh.


wilayah rayon, daerah, kawasan, lingkungan, distrik, propinsi, teritorial.


wisatawan turis, pelancong.


warta kabar, berita, atau pemberitahuan.


wartel warung telepon.




wicara bicara atau tutur kata.


wibawa pembawaan, untuk menguasai dan mempengaruhi orang lain melalui


sikap tingkah laku yang mengandung kepimpinan dan penuh


daya tarik.


wisata KK; bepergian bersama-sama, bertamasya, atau piknik.


wortel wortel, sejenis sayuran.


wujud 1. yang ada rupa dan bentuknya 2. adanya sesuatu 3. bentuk yang nyata.














X


x sinar KB: x, elektromagnetik yang mempunyai daya tembus besar ( dapat menembusunsur-unsur yang tidak tertembus oleh sinar biasa)


xerox KK: fotocopy


xenograf KB;ahli dalam membaca tulisan (naskah) bahasa asing.


xilograf KB:orang yang ahli dalam ukiran kayu seni grafika


xologi ilmu mengenai stuktur kayu












Y


yayasan badan hukum yang mempunyai anggota,


dikelola oleh pengurusnya dan didirikan untuk tujuan amal.


yakin percaya


yodium unsur kimia bukan logam dengan lambang J, termasuk kelompok halogen, biasanya berbentuk


kental berwarna ungu tua.


yudisium penentuan nilai (lulus) suatu uijan sarjana lengkap di universitas.


yunior lebih muda, atau lebih rendah.


yuridis menurut hukum


yurisdiksi daerah hukum,wewenang, kewenangan, otoritas,


kompetensi, atau kekuasaan.




yurisprudensi 1. ilmu penerapan prinsip dan undang-undang peradilan. 2. himpunan keputusan hakim.


yustiti kehakiman atau peradilan


yoyo sejenis permainan anak-anak dengan menggunakan


bundaran kayu memakai benang.
























z


zakat sumbangan, zakat fitrah, sumbangan atau bantuan untuk fakir miskin.


zaman masa, zaman, waktu, era, abad, kala. Ketadingen zaman, tak sesuai lagi,kolot, kuno, terbelakang.


zanzibar sejenis cengkeh yang berasal dari Zanzibar.


zebra kuda yang badannya bergaris-garis hitam putih atau coklat tua putih terdapat di afrika.


ziarah kunjungan ke makam.


zona area, daerah kawasan lingkungan tertentu.


zoofobia rasa takut yang berlebihan kepada binatang.


zoologi ilmu tentang kehidupan bianatang dan pembuatan klasifikasi aneka macam bentuk binatang di dunia.


zoonosis penyakit pada binatang yang dapat ditularkan pada manusia.

Kabupaten Karo adalah merupakan bagian dari Propinsi Sumatera Utara dalam wadah negara kesatuan Republik Indonesia yang secara administratif dibagi atas tujuh belas kecamatan yaitu :
Kecamatan Kabanjahe dengan ibukota Kabanjahe terdiri dari 13 desa
Kecamatan Berastagi dengan ibukota Berastagi terdiri dari 9 desa
Kecamatan Simpang Empat dengan ibukota Simpang Empat terdiri dari 17 desa
Kecamatan Tigapanah dengan ibukota Tigapanah terdiri dari 22 desa
Kecamatan Payung dengan ibukota Tiganderket terdiri dari 8 desa
Kecamatan Munte dengan ibukota Munte terdiri dari 22 desa
Kecamatan Tigabinanga dengan ibukota Tigabinanga terdiri dari 19 desa
Kecamatan Merek dengan ibukota Merek terdiri dari 19 desa
Kecamatan Kutabuluh dengan ibukota Kutabuluh terdiri dari 16 desa
Kecamatan Juhar dengan ibukota Juhar terdiri dari 24 desa
Kecamatan Lau Baleng dengan ibukota Lau Baleng terdiri dari 13 desa
Kecamatan Mardingding dengan ibukota Mardingding terdiri dari 10 desa
Kecamatan Barusjahe dengan ibukota Barusjahe terdiri dari 19 desa
Kecamatan Naman Teran dengan ibukota Naman Teran terdiri dari 14 desa
Kecamatan Tiganderket dengan ibukota Tiganderket terdiri dari 17 desa
Kecamatan Dolat Rayat dengan ibukota Dolat Rayat terdiri dari 7 desa
Kecamatan Merdeka dengan ibukota Merdeka terdiri dari 9 desa

Tujuh belas kecamatan tersebut diatas terdiri dari 248 (duaratus empatpulu delapan) desa dan 10 (sepuluh) kelurahan.


Rakut Si Telu

Unsur Daliken Sitelu ini adalah

  • Kalimbubu (Hula-hula (Toba), Mora (Mandailing))
  • Sembuyak/Senina (Dongan sabutuha (Toba), Kahanggi (Mandailing))
  • Anak Beru (Boru (Toba, Mandailing))

Setiap anggota masyarakat Karo dapat berlaku baik sebagai kalimbubu, senina/sembuyak, anakberu, tergantung pada situasi dan kondisi saat itu.

  • KalimbubuKalimbubu adalah kelompok pihak pemberi wanita dan sangat dihormati dalam sistem kekerabatan masyarakat Karo. Masyarakat Karo menyakini bahwa kalimbubu adalah pembawa berkat sehingga kalimbubu itu disebut juga dengan Dibata Ni Idah (Tuhan yang nampak). Sikap menentang dan menyakiti hati kalimbubu sangat dicela.

    Kalau dahulu pada acara jamuan makan, pihak kalimbubu selalu mendapat prioritas utama, para anakberu (kelompok pihak penerima istri) tidak akan berani mendahului makan sebelum pihak kalimbubu memulainya, demikian juga bila selesai makan, pihak anakberu tidak akan berani menutup piringnya sebelum pihak kalimbubunya selesai makan, bila ini tidak ditaati dianggap tidak sopan. Dalam hal nasehat, semua nasehat yang diberikan kalimbubu dalam suatu musyawarah keluarga menjadi masukan yang harus dihormati, perihal dilaksanakan atau tidak masalah lain.

    Oleh Darwan Prints, kalimbubu diumpamakan sebagai legislatif, pembuat undang-undang.

    Kalimbubu dapat dibagi atas 2:

    1. Kalimbubu berdasarkan tutur
      1. Kalimbubu Bena-Bena disebut juga kalimbubu tua adalah kelompok keluarga pemberi dara kepada keluarga tertentu yang dianggap sebagai keluarga pemberi anak dara awal dari keluarga itu. Dikategorikan kalimbubu Bena-Bena, karena kelompok ini telah berfungsi sebagai pemberi dara sekurang-kurangnya tiga generasi.
      2. Kalimbubu Simajek Lulang adalah golongan kalimbubu yang ikut mendirikan kampung. Status kalimbubu ini selamanya dan diwariskan secara turun temurun. Penentuan kalimbubu ini dilihat berdasarkan merga. Kalimbubu ini selalu diundang bila diadakan pesta-pesta adat di desa di Tanah Karo.
    2. Kalimbubu berdasarkan kekerabatan (perkawinan)
      1. Kalimbubu Simupus/Simada Dareh adalah pihak pemberi wanita terhadap generasi ayah, atau pihak clan (semarga) dari ibu kandung ego (paman kandung ego). (Petra : ego maksudnya orang, objek yang dibicarakan)
      2. Kalimbubu I Perdemui atau (kalimbubu si erkimbang), adalah pihak kelompok dari mertua ego. Dalam bahasa yang populer adalah bapak mertua berserta seluruh senina dan sembuyaknya dengan ketentuan bahwa si pemberi wanita ini tidak tergolong kepada tipe Kalimbubu Bena-Bena dan Kalimbubu Si Mada Dareh.
      3. Puang Kalimbubu adalah kalimbubu dari kalimbubu, yaitu pihak subclan pemberi anak dara terhadap kalimbubu ego. Dalam bahasa sederhana pihak subclan dari istri saudara laki-laki istri ego.
      4. Kalimbubu Senina. Golongan kalimbubu ini berhubungan erat dengan jalur senina dari kalimbubu ego. Dalam pesta-pesta adat, kedudukannya berada pada golongan kalimbubu ego, peranannya adalah sebagai juru bicara bagi kelompok subclan kalimbubu ego.
      5. Kalimbubu Sendalanen/Sepengalon. Golongan kalimbubu ini berhubungan erat dengan kekerabatan dalam jalur kalimbubu dari senina sendalanen, sepengalon (akan dijelaskan pada halaman-halaman selanjutnya) pemilik pesta.

    Ada pun hak kalimbubu ini dalam struktur masyarakat Karo

    1. Dihormati oleh anakberunya
    2. Dapat memberikan perintah kepada pihak anakberunya

    Tugas dan kewajiban dari kalimbubu

    1. Memberikan saran-saran kalau diminta oleh anakberunya
    2. Memerintahkan pendamaian kepada anakberu yang saling berselisih
    3. Sebagai lambang supremasi kehormatan keluarga
    4. Mengosei anak berunya (meminjamkan dan mengenakan pakaian adat) di dalam acara-acara adat
    5. Berhak menerima ulu mas, bere-bere (bagian dari mahar) dari sebuah perkawinan, maneh-maneh (tanda mata atau kenang-kenangan) dari salah seorang anggota anakberunya yang meninggal, yang menerima seperti ini disebut Kalimbubu Simada Dareh.

    Pada dasarnya setiap ego Karo, baik yang belum menikah pun mempunyai kalimbubu, minimal kalimbubu si mada dareh. Kemudian bila ego (pria) menikah berdasarkan adat Karo, dia mendapat kalimbubu si erkimbang

  • Anak BeruAnakberu adalah pihak pengambil anak dara atau penerima anak gadis untuk diperistri. Oleh Darwan Prints, anakberu ini diumpamakan sebagai yudikatif, kekuasaan peradilan. Hal ini maka anakberu disebut pula hakim moral, karena bila terjadi perselisihan dalam keluarga kalimbubunya, tugasnyalah mendamaikan perselisihan tersebut.

    Anakberu dapat dibagi atas 2:

    1. Anakberu berdasarkan tutur
      1. Anakberu Tua adalah pihak penerima anak wanita dalam tingkatan nenek moyang yang secara bertingkat terus menerus
        minimal tiga generasi.
      2. Anakberu Taneh adalah penerima wanita pertama, ketika sebuah kampung selesai didirikan.
    2. Anakberu berdasarkan kekerabatan
      1. Anakberu Jabu (Cekoh Baka Tutup, dan Cekoh Baka Buka). Cekoh Baka artinya orang yang langsung boleh mengambil barang simpanan kalimbubunya. Dipercaya dan diberi kekuasaan seperti ini karena dia merupakan anak kandung saudara perempuan ayah.
      2. Anakberu Iangkip, adalah penerima wanita yang menciptakan jalinan keluarga yang pertama karena di atas generasinya belum pernah mengambil anak wanita dari pihak kalimbubunya yang sekarang. Anakberu ini disebut juga anakberu langsung yaitu karena dia langsung mengawini anak wanita dari keluarga tertentu. Masalah peranannya di dalam tugas-tugas adat, harus dipilah lagi, kalau masih orang pertama yang menikahi keluarga tersebut, dia tidak dibenarkan mencampuri urusan warisan adat dari pihak mertuanya. Yang boleh mencampurinya hanyalah Anakberu Jabu.
      3. Anakberu Menteri adalah anakberu dari anakberu. Fungsinya menjaga penyimpangan-penyimpangan adat, baik dalam bermusyawarah maupun ketika acara adat sedang berlangsung. Anakberu Menteri ini memberi dukungan kepada kalimbubunya yaitu anakberu dari pemilik acara adat.
      4. Anakberu Singikuri adalah anakberu dari anakberu menteri, fungsinya memberi saran, petunjuk di dalam landasan adat dan sekaligus memberi dukungan tenaga yang diperlukan.

    Dalam pelaksanaan acara adat peran anakberu adalah yang paling penting. Anakberulah yang pertama datang dan juga yang terakhir pada acara adat tersebut. Lebih lanjut tugas-tugasnya antara lain

    1. Mengatur jalannya pembicaraan runggu (musyawarah) adat.
    2. Menyiapkan hidangan pada pesta.
    3. Menyiapkan peralatan yang diperlukan pesta.
    4. Menanggulangi sementara semua biaya pesta.
    5. Mengawasi semua harta milik kalimbubunya yaitu wajib menjaga dan mengetahui harta benda kalimbubunya.
    6. Menjadwal pertemuan keluarga.
    7. Memberi khabar kepada para kerabat yang lain bila ada pihak kalimbubunya berduka cita.
    8. Memberi pesan kepada puang kalimbubunya agar membawa ose (pakaian adat) bagi kalimbubunya.
    9. Menjadi juru damai bagi pihak kalimbubunya,

    Anakberu berhak untuk

    1. Berhak mengawini putri kalimbubunya, dan biasanya para kalimbubu tidak berhak menolak.
    2. Berhak mendapat warisan kalimbubu yang meninggal dunia. Warisan ini berupa barang dan disebut morah-morah atau maneh-maneh, seperti parang, pisau, pakaian almarhum dan lainnya sebagai kenang-kenangan.

    Selain itu juga karena pentingnya kedudukan anakberu, biasanya pihak kalimbubu menunjukkan kemurahan hati dengan

    1. Meminjamkan tanah perladangan secara cuma-cuma kepada anakberunya.
    2. Memberikan hak untuk mengambil hasil hutan (dahulu karena pihak kalimbubu adalah pendiri kampung, mereka mempunyai hutan sendiri di sekeliling desanya).
    3. Merasa bangga dan senang bila anak perempuannya dipinang oleh pihak anakberunya. Ini akan melanjutkan dan mempererat hubungan
      kekerabatan yang sudah terjalin.
    4. Mengantarkan makanan kepada anaknya pada waktu tertentu misalnya pada waktu menanti kelahiran bayi atau lanjut usia.
    5. Membawa pakaian atau ose (seperangkat pakaian kebesaran adat) bagi anakberunya pada waktu pesta besar di dalam clan anakberunya.

    Adapun istilah-istilah yang diberikan kalimbubu, kepada anakberunya adalah

    1. Tumpak Perang, atau Lemba-lemba. Artinya adalah ujung tombak. Maksudnya, bila kalimbubunya ingin pergi ke satu daerah, maka yang berada di depan sebagai pengaman jalan dan sebagai perisai dari bahaya adalah pihak anakberu. Dalam bahasa lain anakberu sebagai tim pengaman jalan.
    2. Kuda Dalan (Kuda jalan/beban). Dahulu sebelum ada alat transportasi hanya kuda, untuk membawa barang-barang atau untuk menyampaikan informasi dari satu desa ke desa lain, dipergunakanlah kuda. Arti Kuda Dalam dalam istilah ini adalah alat atau kenderaan yang dipakai kemana saja, termasuk untuk berperang, untuk membawa barang-barang yang diperlukan pihak kalimbubunya atau untuk menyampaikan berita tentang kalimbubunya, dan sekaligus sebagai hiasan bagi kewibawaan martabat kalimbubunya.
    3. Piso Entelap (pisau tajam). Dalam pesta adat atau pekerjaan adat pisau tajam dipergunakan untuk memotong daging atau kayu api atau untuk mendirikan teratak tempat berkumpul. Setiap anakberu harus memiliki pisau yang yang demikian agar tangkas dan sempurna mengerjakan pekerjaan yang diberikan kalimbubunya. Menjadi kebiasaan dalam tradisi Karo, pisau dari pihak kalimbubu yang meninggal dunia diserahkan kepada anakberunya. Pisau ini disebut maneh-maneh, pemberiannya bertujuan agar pekerjaan kalimbubu terus tetap dilanjutkan oleh penerimanya. Dalam pengertian lain dalam acara-acara adat di dalam keluarga kalimbubu, anakberulah yang menjadi ujung tombak pelaksanaan tugas tersebut, mulai dari menyediakan makanan sampai menyusun acaranya. Ketiga jenis pekerjaan di atas, dikerjakan tanpa mendapat imbalan materi apapun, maka anakberu yang selalu lupa kepada kalimbubunya dianggap tercela di mata masyarakat. Bahkan dipercayai bila terjadi sesuatu bencana di dalam lingkungan keluarga dari anakberu yang melupakan kalimbubunya, ini dianggap sebagai kutukan dari arwah nenek moyang mereka yang tetap melindungi kalimbubu.
  • Senina/SembuyakHubungan perkerabatan senina disebabkan seclan, atau hubungan lain yang berdasarkan kekerabatan.
    Senina ini dapat dibagi dua :

    1. Senina berdasarkan tutur yaitu senina semerga. Mereka bersaudara karena satu clan (merga).
    2. Senina berdasarkan kekerabatan
      1. Senina Siparibanen, perkerabatan karena istri saling bersaudara.
      2. Senina Sepemeren, mereka yang berkerabat karena ibu mereka saling bersaudara, sehingga mereka mempunyai bebere (beru (clan) ibu) yang sama.
      3. Senina Sepengalon (Sendalanen) persaudaraan karena pemberi wanita yang berbeda merga dan berada dalam kaitan wanita yang sama. Atau mereka yang bersaudara karena satu subclan (beru) istri mereka sama. Tetapi dibedakan berdasarkan jauh dekatnya hubungan mereka dengan clan istri. Dalam musyawarah adat, mereka tidak akan memberikan tanggapan atau pendapat apabila tidak diminta.
      4. Senina Secimbangen (untuk wanita) mereka yang bersenina karena suami mereka sesubclan (bersembuyak).

    Tugas senina adalah memimpin pembicaraan dalam musyawarah, bila dikondisikan dengan situasi sebuah organisasi adalah sebagai ketua dewan. Fungsinya adalah sebagai sekaku, sekat dalam pembicaraan adat, agar tidak terjadi friksi-friksi ketika akan memusyawarahkan pekerjaan yang akan didelegasikan kepada anakberu.

    Sembuyak adalah mereka yang satu subclan, atau orang-orang yang seketurunan (dilahirkan dari satu rahim), tetapi tidak terbatas pada lingkungan keluarga batih, melainkan mencakup saudara seketurunan di dalam batas sejarah yang masih jelas diketahui. Saudara perempuan tidak termasuk sembuyak walaupun dilahirkan dari satu rahim, hal ini karena perempuan mengikuti suaminya.

    Peranan sembuyak adalah bertanggungjawab kepada setiap upacara adat sembuyak-sembuyaknya, baik ke dalam maupun keluar. Bila perlu mengadopsi anak yatim piatu yang ditinggalkan oleh saudara yang satu clan. Mekanisme ini sesuai dengan konsep sembuyak, sama dengan seperut, sama dengan saudara kandung. Satu subclan sama dengan saudara kandung.

    Sembuyak dapat dibagi dua bagian

    1. Sembuyak berdasarkan tutur. Mereka bersaudara karena sesubklen
      (merga).
    2. Sembuyak berdasarkan kekerabatan, ini dapat dibagi atas:
      1. Sembuyak Kakek adalah kakek yang bersaudara kandung.
      2. Sembuyak Bapa adalah bapak yang bersaudara kandung.
      3. Sembuyak Nande adalah ibu yang bersaudara kandung.

Tutur Siwaluh

Tutur siwaluh adalah konsep kekerabatan masyarakat Karo, yang berhubungan dengan penuturan, yaitu terdiri dari delapan golongan:

1. Puang kalimbubu
2. Kalimbubu
3. Senina
4. Sembuyak
5. Senina sipemeren
6. Senina sepengalon/sedalanen
7. Anak beru
8. Anak beru menteri

Dalam pelaksanaan upacara adat, tutur siwaluh ini masih dapat dibagi lagi dalam kelompok-kelompok lebih khusus sesuai dengan keperluan dalam pelaksanaan upacara yang dilaksanakan, yaitu sebagai berikut:

1. Puang kalimbubu adalah kalimbubu dari kalimbubu seseorang
2. Kalimbubu adalah kelompok pemberi isteri kepada keluarga tertentu, kalimbubu ini dapat dikelompokkan lagi menjadi:
* Kalimbubu bena-bena atau kalimbubu tua, yaitu kelompok pemberiisteri kepada kelompok tertentu yang dianggap sebagai kelompok pemberi isteri adal dari keluarga tersebut. Misalnya A bermerga Sembiring bere-bere Tarigan, maka Tarigan adalah kalimbubu Si A. Jika A mempunyai anak, maka merga Tarigan adalah kalimbubu bena-bena/kalimbubu tua dari anak A. Jadi kalimbubu bena-bena atau kalimbubu tua adalah kalimbubu dari ayah kandung.
* Kalimbubu simada dareh adalah berasal dari ibu kandung seseorang. Kalimbubu simada dareh adalah saudara laki-laki dari ibu kandung seseorang. Disebut kalimbubu simada dareh karena merekalah yang dianggap mempunyai darah, karena dianggap darah merekalah yang terdapat dalam diri keponakannya.
* Kalimbubu iperdemui, berarti kalimbubu yang dijadikan kalimbubu oleh karena seseorang mengawini putri dari satu keluarga untuk pertama kalinya. Jadi seseorang itu menjadi kalimbubu adalah berdasarkan perkawinan.
3. Senina, yaitu mereka yang bersadara karena mempunyai merga dan submerga yang sama.
4. Sembuyak, secara harfiah se artinya satu dan mbuyak artinya kandungan, jadi artinya adalah orang-orang yang lahir dari kandungan atau rahim yang sama. Namun dalam masyarakat Karo istilah ini digunakan untuk senina yang berlainan submerga juga, dalam bahasa Karo disebut sindauh ipedeher (yang jauh menjadi dekat).
5. Sipemeren, yaitu orang-orang yang ibu-ibu mereka bersaudara kandung. Bagian ini didukung lagi oleh pihak siparibanen, yaitu orang-orang yang mempunyai isteri yang bersaudara.
6. Senina Sepengalon atau Sendalanen, yaitu orang yang bersaudara karena mempunyai anak-anak yang memperisteri dari beru yang sama.
7. Anak beru, berarti pihak yang mengambil isteri dari suatu keluarga tertentu untuk diperistri. Anak beru dapat terjadi secara langsung karena mengawini wanita keluarga tertentu, dan secara tidak langsung melalui perantaraan orang lain, seperti anak beru menteri dan anak beru singikuri.Anak beru ini terdiri lagi atas:
* anak beru tua, adalah anak beru dalam satu keluarga turun temurun. Paling tidak tiga generasi telah mengambil isteri dari keluarga tertentu (kalimbubunya). Anak beru tua adalah anak beru yang utama, karena tanpa kehadirannya dalam suatu upacara adat yang dibuat oleh pihak kalimbubunya, maka upacara tersebut tidak dapat dimulai. Anak beru tua juga berfungsi sebagai anak beru singerana (sebagai pembicara), karena fungsinya dalam upacara adat sebagai pembicara dan pemimpin keluarga dalam keluarga kalimbubu dalam konteks upacara adat.
* Anak beru cekoh baka tutup, yaitu anak beru yang secara langsung dapat mengetahui segala sesuatu di dalam keluarga kalimbubunya. Anak beru sekoh baka tutup adalah anak saudara perempuan dari seorang kepala keluarga. Misalnya Si A seorang laki-laki, mempunyai saudara perempuan Si B, maka anak Si B adalah anak beru cekoh baka tutup dari Si A. Dalam panggilan sehari-hari anak beru disebut juga bere-bere mama.
8. Anak beru menteri, yaitu anak berunya anak beru. Asal kata menteri adalah dari kata minteri yang berarti meluruskan. Jadi anak beru minteri mempunyai pengertian yang lebih luas sebagai petunjuk, mengawasi serta membantu tugas kalimbubunya dalam suatu kewajiban dalam upacara adat. Ada pula yang disebut anak beru singkuri, yaitu anak berunya anak beru menteri. Anak beru ini mempersiapkan hidangan dalam konteks upacara adat.


Di kawasan Berastagi di Tanah Karo terdapat satu tempat yang dinamakan Buluh Duri, di tempat itu terdapat tujuh mata air. Menurut cerita yang berkembang, tempat yang bernama Buluh Duri itu pada zaman dahulu merupakan tempat pembuangan seorang putra raja.

Alkisah pada masa itu, di daerah Simalungun yang berbatasan dengan Tanah Karo terdapat sebuah kerajaan dengan rajanya bermarga Purba. Semenjak putra bungsunya lahir, Raja ini sering mengalami sakit-sakitan, banyak dukun yang sudah mengobatinya tetapi penyakit raja ini tak juga kunjung sembuh. Akhirnya didatangkanlah tujuh orang dukun terkenal sangat sakti berasal dari negeri Pakpak yang bergelar Guru Pakpak Pitu Sedalanen untuk mengobatinya.

Dengan menggunakan kesaktian mereka para guru Pakpak ini kemudian melakukan pemeriksaan. Dari hasil pemeriksaan, diketahui bahwa putra bungsu raja itulah sumber penyakit dan malapetaka selama ini. Untuk menghindarkan malapetaka itu, maka putra bungsu harus dibuang.

Untuk itu, mereka lalu pergi membawa putra bungsu Raja Purba yang sudah beranjak remaja jauh ke tengah hutan belantara. Di dalamnya, mereka kemudian membuat gubuk kecil untuk tempat tinggal putra raja itu. Setelah gubuk selesai didirikan, Para guru Pakpak lantas meninggalkan putra raja itu sendirian. Tetapi ketika mereka akan pergi, para guru Pakpak ini lebih dahulu memberikan panah, pedang, dan pisau kepada putra Raja Purba itu.

Setelah itu mereka menancapkan tongkat-tongkat sakti mereka di tujuh tempat di sekitar gubuk. Dari ketujuh tempat itu muncullah tujuh mata air bening.

Dengan kesaktian mereka, Guru Pakpak Pitu Sedalanen menumbuhkan pula rumpun bambu berduri mengelilingi gubuk itu. Tempat itulah yang hingga sekarang dikenal dengan nama Buluh Duri.

Setelah beberapa tahun putra Raja Purba tinggal di tempat Pembuangannya, di tengah hutan belantara, tumbuhlah dia menjadi seorang pemuda yang tampan dan gagah. Pada suatu hari, dia pergi berburu, dalam perburuan dia melihat seekor burung yang bulunya sangat cantik berwarna-warni.

Iapun mengejar burung itu untuk menangkapnya, tapi burung itu terus terbang, ke mana saja burung itu terbang terus dikejarnya. Ketika sedang mengejar burung itu, ia bertemu dengan seorang gadis yang sangat cantik.

Gadis itu sedang duduk dekat sebuah mata air sambil mengeringkan rambutnya yang terurai panjang. Si pemuda sangat terkejut dan heran melihat gadis cantik itu berada sendirian di tengah hutan. Di samping itu, dia merasa gembira pula karena sudah bertahun-tahun lamanya dia tidak pernah bertemu dengan manusia lain. Dengan hati berdebar-debar, dihampirinya gadis cantik itu.

Sambil tersenyum gadis itu menanyakan apa maksud kedatangannya ke tempat itu. Mendengar pertanyaan gadis cantik itu si pemuda kemudian menjelaskan maksud kedatangannya, yaitu hendak menangkap seekor burung. Selanjutnya, gadis itu menanyakan banyak hal mengenai dirinya. Semua pertanyaan gadis itu dijawab oleh si pemuda. Dengan demikian tahulah si gadis bahwa si pemuda berasal dari daerah Simalungun, dan putra raja bermarga Purba.

Setelah lama bercakap-cakap berduaan, akhirnya si gadis mengajak si pemuda pergi bersama-sama ke tempat tinggalnya. Si pemuda menerima ajakannya itu dan mereka lalu pergi menuju tempat tinggal si gadis. Ternyata tempat tinggalnya di dalam sebuah gua besar. Letaknya tidak begitu jauh dari mata air tempat gadis itu ditemukan si pemuda.

Beberapa saat setelah mereka memasuki gua tempat tinggal si gadis, tiba-tiba si pemuda terkejut dan hendak melarikan diri sebab ia melihat seekor ular yang sangat besar di hadapannya. Gadis itu lalu menahan si pemuda supaya tidak melarikan diri. Sesaat kemudian tampak pula olehnya burung yang dikejar-kejarnya tadi sedang bertengger di dekat ular yang besar itu.

Si pemuda terkejut kembali ketika dia mendengar ular besar itu berkata-kata mempersilakan masuk, gadis itu lalu membawa si pemuda masuk. Tak lama kemudian, si gadis menghidangkan berbagai macam buah-buahan untuk si pemuda. Karena ular besar dan burung itu terus memperhatikan si pemuda maka ia menjadi kebingungan.

Melihat hal itu si gadis lalu menjelaskan kepada si pemuda bahwa ular besar itu adalah ibunya, dan burung yang berwarna-warni bulunya itu adalah ayahnya. Selanjutnya, dijelaskan pula oleh si gadis bahwa ayahnya yang berupa burung itu memang sengaja memancing perhatian si pemuda agar mengejarnya sampai ke tempat si gadis. Mendengar penjelasan gadis itu, si pemuda bertanya mengapa ayahnya yang berupa burung itu berbuat demikian.

Si gadis menjelaskan bahwa kedua orang tuanya ingin agar ia kawin dengan si pemuda. Mendengar hal itu si pemuda sangat terkejut, kemudian si gadis bertanya apakah si pemuda bersedia memenuhi keinginan kedua orang tuanya itu. Si pemuda mengatakan bahwa ia bersedia.

Setelah pemuda yang bermarga purba itu mengawini si gadis, kedua orang tua istrinya lalu menganjurkan mereka agar pergi mencari dan menetap di perkampungan manusia. Tak lama kemudian pergilah mereka mencari perkampungan.

Setelah mencari ke sana kemari, akhirnya sampailah mereka ke satu kampung yang bernama Kaban. Kampung itu dihuni orang Karo bermarga Sinukaban dan Ketaren. Orang-orang di kampung itu menerima keduanya dengan suka rela dan menganjurkan mereka agar menemui kepala kampung untuk menyampaikan maksud kedatangan mereka.

Setelah mereka bertemu dengan kepala kampung, mereka kemudian mohon izin agar diperkenankan mendirikan rumah di perkampungan tersebut. Mendengar permohonan itu, kepala kampung menyetujui dan menganjurkan agar mereka mendirikan rumah ke arah hilir kampung Kaban. Dalam bahasa Karo arah hilir disebut “njahe”. Sesuai dengan anjuran kepala kampung itu, pergilah mereka mendirikan rumah di njahe atau di arah hilir kampung Kaban.

Setelah mereka mendirikan rumah dan menetap di sana, lama kelamaan tempat itu berkembang menjadi kampung yang bernama Kaban Jahe. Mereka kemudian memperoleh enam anak lelaki (dilaki) dan satu anak perempuan (diberu).

Keenam putranya itu disebut Purba Si Enam, dari merekalah berkembang marga Purba di Tanah Karo yang kemudian menggabungkan diri ke dalam marga Karo-Karo. Dari keturunan marga Purba yang beristerikan ular ini kemudian melahirkan marga Sekali, Sinuraya, Sinuhaji, Jong, Sikemit, Samura, dan Bukit.

Sekali mendirikan kampung Seberaya dan Lau Gendek, serta Taneh Jawa. Sinuraya dan Sinuhaji mendirikan kampung Seberaya dan Aji Siempat yakni Aji Jahe, Aji Mbelang, dan Ujung Aji. Jong dan Kemit mendirikan kampung Mulawari. Adapun marga Samura mendirikan kampung Samura dan Bukit mendirikan kampung Bukit.
Hingga kini mereka yang tergolong sebagai marga Purba tidak boleh mengganggu atau membunuh ular, karena mereka sangat percaya bahwa nenek moyang mereka yang perempuan adalah keturunan ular.

Versi lain menyatakan Purba juga memperisterikan seorang puteri umang, dari hasil perkawinan keduanya menurunkan marga Purba (sebagaimana ayahnya), Ketaren, dan Sinukaban. Marga Purba ini mendiami kampung Kabanjahe, Berastagi dan Kandibata.

Menurut riwayat dahulu merga Karo-Karo Purba memakai merga Karo-Karo Ketaren. Ini terbukti karena Penghulu rumah Galoh di Kabanjahe, dahulu juga memakai merga Ketaren. Budayawan Karo, M.Purba mengatakan, dahulu yang memakai merga Purba adalah Pa Mbelgah. Nenek moyang merga Ketaren bernama Togan Raya dan Batu Maler.


Sejak pertama kali kita menghirup udara di bumi ini, kita sudah diberi (merek) merga / beru, yang nantinya kelak menjadi identitas dari ragam budaya karo. Tapi tahukah kita, dari mana sejarah merga kita ? Nah, untuk menambah nilai plus kita sebagai Permata yang berintegritas, tidak ada salahnya bila kita mengetahui asal merga- merga kalak karo.
1. Merga Ginting

Merga Ginting terdiri atas beberapa Sub Merga seperti :

a. Ginting Pase
Ginting Pase menurut legenda sama dengan Ginting Munthe. Merga Pase juga ada di Pak-Pak, Toba dan Simalungun. Ginting Pase dulunya mempunyai kerajaan di Pase dekat Sari Nembah sekarang. Cerita Lisan karo mengatakan bahwa anak perempuan (puteri) Raja Pase dijual oleh bengkila (pamannya) ke Aceh dan itulah cerita cikal bakal kerajaan Samudera Pasai di Aceh. Untuk lebih jelasnya dapat di telaah cerita tentang Beru Ginting Pase.

b. Ginting Munthe
Menurut cerita lisan karo, Merga Ginting Munthe berasal dari Tongging, kemudian ke Becih dan Kuta Sanggar serta kemudian ke Aji
Nembah dan terakhir ke Munthe. Sebagian dari merga Ginting Munthe telah pergi ke Toba (Nuemann 1972 : 10), kemudian sebagian dari merga
Munthe dari Toba ini kembali lagi ke Karo. Ginting Muthe di Kuala pecah menjadi Ginting Tampune.

c. Ginting Manik
Ginting Manik menurut cerita masih saudara dengan Ginting Munthe. Merga ini berasal dari Tongging terus ke Aji Nembah, ke Munthe dan Kuta Bangun. (R.U. GINTING, SH). Merga Manik juga terdapat di Pak-pak dan Toba.

d. Ginting Sinusinga
Menurut penulis, sejarah Ginting Sinusinga belum lagi jelas, akan tetapi mereka adalah pendiri kampung Singa.

e. Ginting Seragih
Menurut J.H. Neumann, Ginting Seragih termasuk salah satu merga Ginting yang tua dan menyebar ke Simalungun menjadi Saragih, di Toba menjadi Seragi.

f. Ginting Sini Suka
Menurut cerita lisan Karo berasal dari Kalasan (Pak-Pak), kemudian berpindah ke Samosir, terus ke Tinjo dan kemudian ke Guru Benua, disana dikisahkan lahir Siwah Sada Ginting, yakni :

– Ginting Babo
– Ginting Sugihen
– Ginting Guru Patih
– Ginting Suka ( ini juga ada di Gayo / Alas)
– Ginting Beras
– Ginting Bukit (juga ada di Gayo / Alas)
– Ginting Garamat (di Toba menjadi Simarmata)
– Ginting Ajar Tambun, dan
– Ginting Jadi Bata.

Kesembilan orang merga Ginting ini mempunyai seorang saudara perempuan bernama ” Bembem br Ginting”, yang menurut legenda tenggelam ke dalam tanah ketika sedang menari di Tiga Bembem atau sekarang Tiga Sukarame, kecamatan Munte.

g. Ginting Jawak
Menurut cerita Ginting Jawak berasal dari Simalungun. Merga ini hanya sedikit saja di daerah Karo.

h. Ginting Tumangger
Hingga sampai saat ini penulis belum mengetahui asal-usulnya, akan tetapi merga ini juga ada di Pak Pak, yakni merga Tumanggor.

i. Ginting Capah
Penulis juga belum mengetahui asal-usulnya, akan tetapi Capah berarti “tempat makan besar terbuat dari kayu”, atau piring tradisional Karo.

2. Merga Karo-Karo

Merga Karo-Karo terbagi atas beberapa Sub Merga, yaitu :
a. Karo-Karo Purba
Merga Karo-Karo Purba menurut cerita berasal dari Simalungun. Dia disebutkan beristri dua orang, seorang puteri umang dan seorang ular. Dari isteri umang lahirlah merga-merga :

~ Purba
Merga ini mendiami kampung Kabanjahe, Berastagi dan Kandibata.

~ Ketaren
Dahulu rupanya merga Karo-Karo Purba memakai nama merga Karo-Karo Ketaren. Ini terbukti karena Penghulu rumah Galoh di Kabanjahe, dahulu juga memakai merga Ketaren. Menurut budayawan Karo, M.Purba, dahulu yang memakai merga Purba adalah “Pa Mbelgah”. Nenek moyang merga Ketaren bernama “Togan Raya” dan “Batu Maler” ( referensi K.E.Ketaren).

~ Sinukaban
Merga Sinukaban ini sekarang mendiami kampung Kaban. Mungkin sekali yang disebut ibu umang tersebut, karena kemudian ia menghilang tak
diketahui rimbanya.

Sementara dari isteri ular lahirlah anak-anak yakni merga-merga :

* Karo-Karo Sekali
Karo-Karo sekali mendirikan kampung Seberaya dan Lau Gendek, serta
Taneh Jawa.

* Sinuraya / Sinuhaji
Merga ini mendirikan kampung Seberaya dan Aji Siempat, yakni Aji
Jahe, Aji Mbelang dan Ujung Aji.

* Jong / Kemit
Merga ini mendirikan kampung Mulawari.

* Samura, di Samura dan

* Karo-Karo Bukit, di Bukit.

Kelima Sub Merga ini menurut cerita tidak boleh membunuh ular. Ular dimaksud dalam legenda Karo tersebut, mungkin sekali menggambarkan
keadaan lumpuh dari seseorang sehingga tidak bisa berdiri normal.

b. Karo-Karo Sinulingga
Merga ini berasal dari Lingga Raja di Pak-Pak, disana mereka telah menemui Merga Ginting Munthe. Sebagian dari Merga Karo-Karo Lingga telah berpindah ke Kabupaten Karo sekarang dan mendirikan kampung Lingga.
Merga ini kemudian pecah menjadi sub-sub merga, seperti :

– Kaban
Merga ini mendirikan kampung Pernantin dan Bintang Meriah,

– Kacaribu
Merga ini medirikan kampung Kacaribu.

– Surbakti
Merga Surbakti membagi diri menjadi Surbakti dan Gajah. Merga ini juga kemudian sebagian menjadi Merga Torong.

Menilik asal katanya kemungkinan Merga Karo-karo Sinulingga berasal dari kerajaan Kalingga di India. Di Kuta Buloh, sebagian dari merga Sinulingga ini disebut sebagai “Karo-Karo Ulun Jandi”. Merga Lingga juga terdapat di Gayo / Alas dan Pak Pak.

c. Karo-Karo Kaban
Merga ini menurut cerita, bersaudara dengan merga Sinulingga, berasal dari Lingga Raja di Pak-Pak dan menetap di Bintang Meriah dan Pernantin.

d. Karo-Karo Sitepu
Merga ini menurut legenda berasal dari Sihotang (Toba) kemudian berpindah ke si Ogung-Ogung, terus ke Beras Tepu, Naman, Beganding, dan Sukanalu. Merga Sitepu di Naman sebagian disebut juga dengan nama Sitepu Pande Besi, sedangkan Sitepu dari Toraja (Ndeskati) disebut Sitepu Badiken. Sitepu dari Suka Nalu menyebar ke Nambiki dan sekitar Sei Bingai. Demikian juga Sitepu Badiken menyebar ke daerah Langkat, seperti Kuta Tepu.

e. Karo-Karo Barus
Merga Karo-Karo barus menurut cerita berasal dari Baros (Tapanuli Tengah). Nenek moyangnya “Sibelang Pinggel” (atau Simbelang Cuping) atau si telinga lebar. Nenek moyang merga Karo-Karo Barus mengungsi ke Karo karena diusir kawan sekampung akibat kawin sumbang (incest).
Di Karo ia tinggal di Aji Nembah dan diangkat saudara oleh merga Purba karena mengawini impal merga Purba yang disebut “Piring Piringen Kalak Purba”. Itulah sebabnya mereka sering pula disebut Suka Piring.

f. Karo-Karo Manik
Di Buluh Duri Dairi (Karo Baluren), terdapat Karo Manik.

3. Merga Peranginangin

Merga Peranginangin terbagi atas beberapa sub merga, yakni :
a. Peranginangin Sukatendel
Menurut cerita lisan, merga ini tadinya telah menguasai daerah Binje dan Pematang Siantar. Kemudian bergerak ke arah pegunungan dan sampai di Sukatendel (Suka => Cuka, , Tendel => Tebal ). Di daerah Kuta Buloh, merga ini terbagi menjadi :

~ Peranginangin Kuta Buloh
Mendiami kampung Kuta Buloh, Buah Raja, Kuta Talah (sudah mati), dan Kuta Buloh Gugong serta sebagian ke Tanjung Pura (Langkat) dan menjadi Melayu.

~ Peranginangin Jombor Beringen
Merga ini mendirikan, kampung-kampung, Lau Buloh, Mburidi, Belingking,. Sebagian menyebar ke Langkat mendirikan kampung Kaperas, Bahorok, dan lain-lain.

~ Peranginangin Jenabun
Merga ini juga mendirikan kampong Jenabun,. Ada cerita yang mengatakan mereka berasal dari keturunan nahkoda (pelaut) yang dalam bahasa karo disebut Anak Koda Pelayar. Di kampung ini sampai sekarang masih ada hutan (kerangen) bernama Koda Pelayar, tempat petama nahkoda tersebut tinggal.

b. Peranginangin Kacinambun
Menurut cerita, Peranginangin Kacinambun datang dari Sikodon-kodon ke Kacinambun.

c. Peranginangin Bangun
Alkisah Peranginangin Bangun berasal dari Pematang Siantar, datang ke Bangun Mulia. Disana mereka telah menemui Peranginangin Mano. Di Bangun Mulia terjadi suatu peristiwa yang dihubungkan dengan “Guru Pak-pak Pertandang Pitu Sedalanen”. Dimana dikatakan Guru Pak-pak menyihir (sakat) kampung Bangun Mulia sehingga rumah-rumah saling berantuk (ersepah), kutu anjing (Kutu biang) mejadi sebesar anak babi. Mungkin pada waktu itu terjadi gampa bumi di kampung itu.

Akibatnya penduduk Bangun Mulia pindah. Dari Bangun Mulia mereka pindah ke Tanah Lima Senina, yaitu Batu Karang, Jandi Meriah, Selandi, Tapak, Kuda dan Penampen. Bangun Penampen ini kemudian mendirikan kampung di Tanjung. Di Batu Karang, merga ini telah menemukan merga “Menjerang” dan sampai sekarang silaan di Batu Karang bernama Sigenderang. Merga ini juga pecah menjadi :

* Keliat
Menurut budayawan Karo, Paulus Keliat, merga Keliat merupakan pecahan dari rumah Mbelin di Batu Karang. Merga ini pernah memangku kerajaan di Barus Jahe, sehingga sering juga disebut Keliat Sibayak Barus Jahe.

* Beliter
Di dekat Nambiki (Langkat), ada satu kampung bernama Beliter dan penduduknya menamakan diri Peranginangin Beliter. Menurut cerita, mereka berasal dari merga Bangun. Di daerah Kuta Buluh dahulu juga ada kampung bernama Beliter tetapi tidak ditemukan hubungan anatara kedua nama kampung tersebut. Penduduk kampung itu di sana juga disebut Peranginangin Beliter.

d. Peranginangin Mano
Peranginangin Mano tadinya berdiam di Bangun Mulia. Namun, Peranginangin Mano sekarang berdiam di Gunung, anak laki-laki mereka dipanggil Ngundong.

e. Peranginangin Pinem
Nenek moyang Peranginangin Pinem bernama “Enggang” yang bersaudara dengan “Lambing”, nenek moyang merga Sebayang dan “Utih”nenek moyang merga Selian di Pakpak.

f. Sebayang
Nenek Moyang merga ini bernama Lambing, yang datang dari Tuha di Pak-pak, ke Perbesi dan kemudian mendirikan kampung Kuala, Kuta Gerat,
Pertumbuken, Tiga Binanga, Gunung, Besadi (Langkat), dan lain-lain.

Merga Sembayang (Sebayang) juga terdapat di Gayo / Alas.
g. Peranginangin Laksa
Menurut cerita datang dari Tanah Pinem dan kemudian menetap di Juhar.

h. Peranginangin Penggarun
Penulis juga belum mengetahui asal-usulnya, akan tetapi Penggarun berarti mengaduk, biasanya untuk mengaduk nila (suka/telep) guna membuat kain tradisional suku karo.

i. Peranginangin Uwir

j. Peranginangin Sinurat
Menurut cerita yang dikemukakan oleh budayawan karo bermarga Sinurat seperti Karang dan Dautta, merga ini berasal dari Peranginangin Kuta Buloh. Ibunya beru Sinulingga, dari Lingga bercerai dengan ayahnya lalu kawin dengan merga Pincawan. Sinurat dibawa ke Perbesi menjadi
juru tulis merga Pincawan (Sinurat). Kemudian merga Pincawan khawatir merga Sinurat akan menjadi Raja di Perbesi, lalu mengusirnya. Pergi dari Perbesi, ia mendirikan kampung dekat Limang dan diberi nama sesuai perladangan mereka di Kuta Buloh, yakni Kerenda.

k. Peranginangin Pincawan
Nama Pincawan berasal dari Tawan, ini berkaitan dengan adanya perang urung dan kebiasaan menawan orang pada waktu itu. Mereka pada waktu itu sering melakukan penawanan-penawanan dan akhirnya disebut Pincawan.

l. Peranginangin Singarimbun
Peranginangin Singarimbun menurut cerita budayawati Karo, Seh Ate br Brahmana, berasal dari Simaribun di Simalungun. Ia pindah dari sana berhubung berkelahi dengan saudaranya. Singarimbun kalah adu ilmu dengan saudaranya tersebut lalu sampailah ia di tanjung Rimbun (Tanjong Pulo) sekarang. Disana ia menjadi gembala dan kemudian menyebar ke Temburun, Mardingding, dan Tiga Nderket.

m. Peranginangin Limbeng
Peranginangin Limbeng ditemukan di sekitar Pancur Batu. Merga ini pertama kali masuk literatur dalam buku Darwan Prinst, SH dan Darwin Prinst, SH berjudul “Sejarah dan Kebudayaan Karo”.

n. Peranginangin Prasi
Merga ini ditemukan oleh Darwan Prinst, SH dan Darwin Prinst, SH di desa Selawang-Sibolangit. Menurut budayawan Karo Paulus Keliat, merga ini berasal dari Aceh, dan disahkan menjadi Peranginangin ketika orang tuanya menjadi Pergajahen di Sibiru-biru.

4. Merga Sembiring
Merga Sembiring secara umum membagi diri menjadi dua kelompok yaitu Sembiring yang memakan anjing dan Sembiring yang berpantang memakan anjing.

a. Sembiring Siman Biang

– Sembiring Kembaren
Menurut Pustaka Kembaren, asal-usul merga ini terdiri dari Kuala Ayer Batu, kemudian pindah ke Pagaruyung terus ke Bangko di Jambi dan selanjutnya ke Kutungkuhen di Alas. Nenek moyang mereka bernama Kenca Tampe Kuala, berangkat bersama rakyatnya menaiki perahu dengan membawa pisau kerajaan bernama “Pisau Bala Bari”. Keturunannya kemudian mendirikan kampung Silalahi, Paropo, Tumba dan Martogan.

Dari sana kemudian menyebar ke Liang Melas, saperti Kuta Mbelin, Sampe Raya, Pola Tebu, Ujong Deleng, Negerijahe, Gunong Meriah,
Longlong, Tanjong Merahe, Rih Tengah dan lain-lain. Merga ini juga tersebar luas di Kab. Langkat saperti Lau Damak, Batu Erjong-Jong,
Sapo Padang, Sijagat, dll.

– Sembiring Keloko
Menurut cerita, Sembiring Keloko masih satu keturunan dengan Sembiring Kembaren. Merga Sembiring Keloko tinggal di “Rumah Tualang”, sebuah desa yang sudah ditinggalkan antar Pola Tebu dengan Sampe Raya. Merga ini sekarang terbanyak tinggal di Pergendangen, beberapa keluarga di Buah Raya dan Limang.

– Sembiring Sinulaki
Sejarah merga Sembiring Sinulaki dikatakan juga sama dengan sejarah Sembiring Kembaren, karena mereka masih dalam satu rumpun. Merga  Sinulaki berasal dari Silalahi.

– Sembiring Sinupayung
Merga ini menurut cerita bersaudara dengan Sembiring Kembaren. Mereka ini tinggal di Juma Raja dan Negeri.

Keempat merga ini boleh memakan anjing sehingga disebut Sembiring Siman Biang.

b. Sembiring Singombak
Adalah kelompok merga Sembiring yang menghanyutkan abu-abu jenasah keluarganya yang telah meniggal dunia dalam perahu kecil melalui Lau Biang (Sungai Wampu). Adapun kelompok merga Sembiring Singombak tersebut adalah sebagai berikut:

~ Sembiring Brahmana
Menurut cerita lisan Karo, nenek moyang merga Brahmana ini adalah seorang keturunan India yang bernama “Megit”dan pertama kali tinggal
di Talu Kaban. Anak-anak dari Megit adalah, Mecu Brahmana yang keturunannya menyebar ke Ulan Julu, Namo Cekala, dan kaban Jahe.
Mbulan Brahmana menjadi cikal bakal kesain Rumah Mbulan Tandok Kabanjahe yang keturunannya kemudian pindah ke Guru Kinayan dan keturunannya mejadi Sembiring Guru Kinayan. Di desa Guru Kinayan ini merga Brahmana memperoleh banyak kembali keturunan. Dari Guru Kinayan, sebagian keturunananya kemudian pindah ke Perbesi dan dari Perbesi kemudian pindah ke Limang.

~ Sembiring Guru Kinayan
Sembiring Guru Kinayan terjadi di Guru Kinayan, yakni ketika salah seorang keturunan dari Mbulan Brahmana menemukan pokok bambo bertulis (Buloh Kanayan Ersurat). Daun bambo itu bertuliskan aksara Karo yang berisi obat-obatan. Di kampung itu menurut cerita dia mengajar ilmu silat (Mayan) dan dari situlah asal kata Guru Kinayan (Guru Ermayan). Keturunannya kemudian menjadi Sembiring Guru Kinayan.

~ Sembiring Colia
Merga Sembiring Colia, juga menurut sejarah berasal dari India, yakni kerajaan Cola di India. Mereka mendirikan kampung Kubu Colia.

~ Sembiring Muham
Merga ini juga dikatakan sejarah, berasal dari India, dalam banyak praktek kehidupan sehari-hari merga ini sembuyak dengan Sembiring Brahmana, Sembiring Guru Kinayan, Sembiring Colia, dan Sembiring Pandia. Mereka inilah yang disebut Sembiring Lima Bersaudara dan itulah asal kata nama kampung “Limang”. Menurut ahli sejarah karo. Pogo Muham, nama Muham ini lahir, ketika diadakan Pekewaluh di Seberaya karena perahunya selalu bergempet (Muham).

~ Sembiring Pandia
Sebagaimana sudah disebutkan di atas, bahwa merga Sembiring Pandia, juga berasal dari kerajaan Pandia di India. Dewasa ini mereka umumnya
tinggal di Payung.

~ Sembiring Keling
Menurut cerita lisan karo mengatakan, bahwa Sembiring Keling telah menipu Raja Aceh dengan  mempersembahkan seekor Gajah Putih. Untuk itu Sembiring Keling telah mencat seekor kerbau dengan tepung beras. Akan tetapi naas, hujan turun dan lunturlah tepung beras itu, karenanya terpaksalah Sembiring Keling bersembunyi dan melarikan diri. Sembiring Keling sekarang ada di Raja Berneh dan Juhar.

~ Sembiring Depari
Sembiring Depari menurut cerita menyebar dari Seberaya, Perbesi sampai ke Bekacan (Langkat). Mereka ini masuk Sembiring Singombak, di daerah Kabupaen Karo nama kecil (Gelar Rurun) anak laki-laki disebut Kancan, yang perempuan disebut Tajak. Sembiring Depari kemudian pecah
menjadi Sembiring Busok. Sembiring Busok ini terjadi baru tiga generasi yang lalu. Sembiring Busok terdapat di Lau Perimbon dan
Bekancan.

~ Sembiring Bunuaji
Merga ini terdapat di Kuta Tengah dan Beganding.

~ Sembiring Milala
Sembiring Milala, juga menurut sejarah berasal dari India, mereka masuk ke Sumatera Utara melalui Pantai Timur di dekat Teluk Haru. Di Kabupaten Karo penyebarannya dimulai dari Beras Tepu. Nenek moyang mereka bernama Pagit pindah ke Sari Nembah. Merka umumnya tinggal di kampung-kampung Sari Nembah, Raja Berneh, Kidupen, Munte, Naman dan lain-lain. Pecahan dari merga ini adalah Sembiring Pande Bayang.
~ Sembiring Pelawi
Sejarah mengatakan,bahwa Sembiring Pelawi diduga berasa dari India (Palawa). Pusat kekuasaan merga Pelawi di wilayah Karo dahulu di Bekancan. Di Bekancan terdapat seorang Raja, yaitu “Sierkilep Ngalehi”, menurut cerita, daerahnya sampai ke tepi laut di Berandan, seperti Titi Pelawi dan Lau Pelawi. Di masa penjajahan Belanda daerah Bekancan ini masuk wilayah Pengulu Bale Nambiki. Kampung-kampung
merga Sembiring Pelawi adalah : Ajijahe, Kandibata, Perbesi, Perbaji, Bekancan dan lain-lain.
~ Sembiring Sinukapor
Sejarah merga ini belum diketahui secara pasti, mereka tinggal di Pertumbuken, Sidikalang, dan Sarintonu.

~ Sembiring Tekang
Sembiring Tekang dianggap dekat / bersaudara dengan Sembiring Milala. Di Buah Raya, Sembiring Tekang ini juga menyebut dirinya Sembiring Milala. Kedekatan kedua merga ini juga terlihat dari nama Rurun anak- anak mereka. Rurun untuk merga Milala adlah Jemput (laki-laki di Sari Nembah) / Sukat (laki-laki di Beras Tepu) dan Tekang (wanita). Sementara Rurun Sembiring Tekang adlah Jambe (laki-laki) dan Gadong (perempuan). Kuta pantekennya adalah “Kaban”, merga ini tidak boleh kawin-mengawin dengan merga Sinulingga, dengan alasan ada perjanjian, karena anak merga Tekang diangkat anak oleh merga Sinulingga.

5. Merga Tarigan
Ada cerita lisan (Darwin Prinst, SH. “Legenda Merga Tarigan” dalam bulletin KAMKA No. 010/Maret 1978) yang menyebutkan merga Tarigan ini tadinya berdiam di sebuah Gunung, yang berubah mejadi Danau Toba sekarang. Mereka disebut sebagai bangsa Umang. Pada suatu hari, isteri manusia umang Tarigan ini melahirkan sangat banyak mengeluarkan darah. Darah ini, tiba-tiba menjadi kabut dan kemudian jadilah sebuah danau. Cerita ini menggambarkan terjadinya Danau Toba dan migrasi orang Tarigan dari daerah tersebut ke Purba Tua, Cingkes, dan Tongtong Batu. Tiga orang keturunan merga Tarigan kemudian sampai ke Tongging yang waktu itu diserang oleh burung “Sigurda-Gurda”
berkepala tujuh. Untuk itu Tarigan memasang seorang anak gadis menjadi umpan guna membunuh manok Sigurda-gurda tersebut. Sementar di bawah gadis itu digali lobang tempat sebagai benteng merga Tarigan.

Ketika burung Sigurda-gurda datang dan hendak menerkam anak gadis
itu, maka Tarigan ini lalu memanjat pohon dan menyumpit (eltep) kepala burung garuda itu. Enam kepala kena sumpit, akan tetapi satu kepala tesembunyi di balik dahan kayu. Salah seorang merga Tarigan ini lalu memanjat pohon dan menusuk kepala itu dengan pisau. Maksud cerita ini mungkin sekali, bahwa pada waktu itu sedang terjadi peperangan, atau penculikan anak-anak gadis di Tongging. Pengulu Tongging merga Ginting Manik lalu minta bantuan kepada merga Tarigan untuk mengalahkan musuhnya tersebut. Beberapa generasi setelah kejadian ini, tiga orang keturunan merga Tarigan ini diberi nama menurut keahliannya masing-masing, yakni ; Tarigan Pertendong (ahli telepati), Pengeltep (ahli menyumpit) dan Pernangkih-nangkih (ahli panjat). Tarigan pengeltep kawin dengan beru Ginting Manik.
Diadakanlah pembagian wilayah antara penghulu Tongging dengan Tarigan Pengeltep. Tarigan menyumpitkan eltepnya sampai ke Tongtong Batu. Tarigan lalu pergi kesana, dan itulah sebabnya pendiri kampung (Simantek Kuta) di Sidikalang dan sekitarnya adalah Tarigan (Gersang). Tarigan Pertendong dan Tarigan Pernangkih-nangkih tinggal di Tongging dan keturunannya kemudian mejadi Tarigan Purba, Sibero, dan Cingkes, baik yang di Toba maupun yang di Simalungun. Beberapa generasi kemudian berangkatlah dua orang Merga Tarigan dari Tongtong Batu ke Juhar, yang kemudian di Juhar dikenal sebagai Tarigan Sibayak dan Tarigan Jambor Lateng. Tarigan Sebayak mempunyai nama rurun Batu (laki-laki) dan Pagit (perempuan). Sementara nama rurun Tarigan Jambor Lateng adalah Lumbung (laki-laki) dan Tarik (perempuan). Kemudian datang pulalah Tarigan Rumah Jahe dengan nama rurun Kawas (laki-laki) dan Dombat (wanita).

Adapun cabang-cabang dari merga Tarigan ini adalah sebagai berikut :

a Tarigan Tua, kampong asalnya di Purba Tua dekat Cingkes dan
Pergendangen ;
b Tarigan Bondong, di Lingga ;
c Tarigan Jampang, di Pergendangen ;
d Tarigan Gersang, di Nagasaribu dan Beras Tepu ;
e Tarigan Cingkes, di Cingkes ;
f Tarigan Gana-gana, di Batu Karang ;
g Tarigan Peken (pecan), di Sukanalu dan Namo Enggang ;
h Tarigan Tambak, di Kebayaken dan Sukanalu ;
i Tarigan Purba, di Purba ;
j Tarigan Sibero, di Juhar, Kuta Raja, Keriahen Munte, Tanjong
Beringen, Selakar, dan Lingga ;
k Tarigan Silangit, di Gunung Meriah (Deli Serdang) ;
l Tarigan Kerendam, di Kuala, Pulo Berayan dan sebagian pindah ke
Siak dan menjadi Sultan disana ;
m Tarign Tegur, di Suka ;
n Tarigan Tambun, di Rakut Besi dan Binangara ;
o Tarigan Sahing, di Sinaman

Berdasarkan Keputusan Kongres Kebudayaan Karo. 3 Desember 1995 di Sibayak Interntional Hotel Berastagi merekomendasikan, agar pemakaian
merga berdasarkan “merga silima”, yaitu ;
1. Ginting
2. Karo-Karo
3. Peranginangin
4. Sembiring, dan
5. Tarigan
Sementara sub merga, dipakai di belakang merga, sehingga tidak terjadi kerancuan mengenai pemakaian merga dan sub merga tersebut.