Kalau anda pernah merasakan nikmatnya koneksi WiFi entah di cafe, di rumah menggunakan router, anda pasti berpendapat bahwa koneksi internet broadband akan terasa sangat lambat. Bagi saya sendiri, saya jauh lebih senang menggunakan koneksi WiFi, terutama bila di kampus ataupun di cafe-cafe, dibanding memanfaatkan koneksi modem broadband 3G ataupun 3.5G. Kenapa? Karena kadang kala signal yang dibutuhkan untuk koneksi internet sangat sulit untuk dicari, sehingga walaupun sudah mahal-mahal beli modem 3.5G atau modem 3G akhirnya hanya bisa puas dengan speed koneksi level GPRS dengan maksimum sekitar 153kbps T_T, bahkan dalam kondisi terparah pun tidak bisa melakukan koneksi.

Oke, WiFi sangatlah nikmat. Selain gratis, kecepatannya kencang, tapi permasalahannya apa? Ya, permasalahan WiFi yang terbesar adalah jangkauannya yang kecil. Biasanya WiFi hanya meliputi 1 daerah kecil, dan untuk menambah luas jangkauan kita harus menginvestasi lebih pada Access Point baru. Pengaruhnya ke pengguna, ketika berpindah dapat menyebabkan lost connection. Selain itu karena jangkauannya yang kecil tersebut kadang-kadang sangat sulit menemukan tempat yang menyediakan free WiFi.

Nah, bagi para penggemar kecepatan koneksi WiFi, sebentar lagi kita boleh berbahagia, karena para ilmuwan di dunia yang tergabung dalam organisasi IEEE telah menetapkan sebuah standard baru dalam dunia telekomunikasi dengan kode IEEE 802.16, yaitu project WiMAX. WiFi sendiri juga merupakan suatu standard dari IEEE dengan kode IEEE 802.11.

WiMAX merupakan singkatan dari Worldwide Interoperability for Microwave Access. WiMAX sendiri memiliki kelebihan pada jangkauannya yang luas yang meliputi 1 kota. Lalu bagaimana kecepatannya? Tidak perlu khawatir, WiMAX sendiri memiliki kecepatan akses yang setara dengan WiFi namun memiliki jangkauan yang berkali-kali lipat lebih luas dan bersifat broadband access, sehingga kita bisa mengaksesnya dari mana saja seperti menggunakan modem 3G(UMTS) ataupun 3.5G(HSDPA).

WiMAX sendiri merupakan salah satu kandidat dari 4G(Fourth Generation) Telecommunications. Di Indonesia sendiri saat ini sudah diketahui ada 2 operator yang mengambil lisensi untuk berinvestasi pada WiMAX. Menurut yang saya dengar 2 operator itu adalah Indosat dan Telkomsel.

Nah pada kesempatan ini saya ingin menshare kepada anda semua apa dan untuk apa sih sebenarnya WiMAX itu. Bagi para ilmuwan, WiMAX bertujuan untuk memberikan open internet experience yaitu sebuah fasilitas internet yang bisa dinikmati dari semua kalangan yang menyediakan akses internet cepat dan murah. WiMAX sendiri diharapkan bisa diaktifkan dengan mudah, dengan sistem plug and play dan dapat diakses dari mana saja (bersifat broadband) sama seperti ketika kita menggunakan modem 3G ataupun 3.5G. Mungkin saat ini, kecepatan akses internet broadband maksimum yang pernah kita tahu memiliki kecepatan sekitar 7.2Mbps(HSDPA) yang tergolong dalam kategori 3.5G. WiMAX sendiri, menurut beberapa referensi yang saya baca memiliki throughput (laju data) sekitar 75Mbps idealnya, dan 45 Mbps pada kondisi nyata. Bila kita lihat kecepatan akses WiMAX sangat jauh sekali bila dibandingkan dengan teknologi 3/3.5 G dan kecepatan WiMAX bisa disetarakan dengan WiFi yang memiliki throughput sekitar 54Mbps.

WiMAX sendiri merupakan menerapakan infrastruktur dan protokol untuk mendukung dan menghandle konten/traffic multimedia, seperti video, animasi dan lagu baik yang bersifat real time. Jaringan WiMAX sendiri memiliki kapasitas pengguna dan bandwidth yang lebih besar sehingga tentunya akan lebih reliable (dapat diandalkan). WiMAX sendiri mendukup manajemen QoS (Quality of Service) berbeda dengan WiFi yang tidak memiliki QoS pada protokolnya. Dengan adanya manajemen QoS tentunya koneksi menggunakan WiMAX dapat diandalkan.

Mungkin sedikit membahas hal tehnik, perbedaan WiMAX dan WiFi terletak pada protokolnya. Meskipun sama-sama menggunakan metode Orthogonal Frequency Division Multiplexing (OFDM), struktur dari jaringan WiFi dan WiMAX sangatlah berbeda.

WiFi sendiri menggunakan struktur jaringan terdistribusi dimana setiap elemen pada jaringan dapat menjadi pemancar bagi elemen lainnya. Model struktur seperti ini juga disebut dengan Ad Hoc Network. Hal ini menyebabkan protokol WiFi tidak mendukung QoS dan cenderung tidak reliable.

Berbeda dengan WiFi, WiMAX memiliki struktur tersentralisasi (centralised) dimana ada satu controller yang berfungsi untuk mengatur dan mengarahkan traffic agar efisien. Selain itu dengan adanya controller ini dapat meningkatkan QoS dan juga reliability.

Pada akhirnya, dengan beberapa kelebihan seperti koneksi yang cepat dan sifatnya yang broadband, didukung juga dengan kemudahan mengakses dan harganya yang didesain agar ekonomis, dan mengesampingkan beberapa masalah seperti tidak tentunya kualitas signal untuk koneksi (salah satu kelemahan broadband), tentunya kehadiran WiMAX akan sangat kita tunggu-tunggu. Saya sendiri pun cukup antusias menanti kedatangan WiMAX ke Indonesia. 😀 Saya hanya khawatir mengenai penerapan harga yang seenaknya oleh operator yang melakukan investasi.

Di negara-negara maju, jaringan WiMAX sendiri sudah mulai diterapkan. Sayangnya di Indonesia, sampai saat ini masih terbentur masalah regulasi untuk menerapkan jaringan WiMAX. Namun, cepat atau lambat tentunya jaringan WiMAX ini akan masuk ke Indonesia. Dengan diterapkannya jaringan tersebut harapannya semakin banyak orang yang bisa mengakses internet.

Pada kesempatan kali ini saya mungkin membahas sedikit topik yang banyak memiliki istilah teknis. Bila ada diantara kalian yang kebingungan silakan bertanya atau jangan ragu-ragu untuk mencari menggunakan Google.