Archive for 30 September 2010



Kabupaten Karo adalah merupakan bagian dari Propinsi Sumatera Utara dalam wadah negara kesatuan Republik Indonesia yang secara administratif dibagi atas tujuh belas kecamatan yaitu :
Kecamatan Kabanjahe dengan ibukota Kabanjahe terdiri dari 13 desa
Kecamatan Berastagi dengan ibukota Berastagi terdiri dari 9 desa
Kecamatan Simpang Empat dengan ibukota Simpang Empat terdiri dari 17 desa
Kecamatan Tigapanah dengan ibukota Tigapanah terdiri dari 22 desa
Kecamatan Payung dengan ibukota Tiganderket terdiri dari 8 desa
Kecamatan Munte dengan ibukota Munte terdiri dari 22 desa
Kecamatan Tigabinanga dengan ibukota Tigabinanga terdiri dari 19 desa
Kecamatan Merek dengan ibukota Merek terdiri dari 19 desa
Kecamatan Kutabuluh dengan ibukota Kutabuluh terdiri dari 16 desa
Kecamatan Juhar dengan ibukota Juhar terdiri dari 24 desa
Kecamatan Lau Baleng dengan ibukota Lau Baleng terdiri dari 13 desa
Kecamatan Mardingding dengan ibukota Mardingding terdiri dari 10 desa
Kecamatan Barusjahe dengan ibukota Barusjahe terdiri dari 19 desa
Kecamatan Naman Teran dengan ibukota Naman Teran terdiri dari 14 desa
Kecamatan Tiganderket dengan ibukota Tiganderket terdiri dari 17 desa
Kecamatan Dolat Rayat dengan ibukota Dolat Rayat terdiri dari 7 desa
Kecamatan Merdeka dengan ibukota Merdeka terdiri dari 9 desa

Tujuh belas kecamatan tersebut diatas terdiri dari 248 (duaratus empatpulu delapan) desa dan 10 (sepuluh) kelurahan.


Krisis demi krisis yang silih berganti terjadi di Indonesia menorehkan banyak luka atas negeri ini. Kerusuhan, perang saudara, pemisahan daerah dari wilayah Indonesia rasanya telah melukai banyak hati rakyat di negeri ini. Secara khusus, orang kristiani juga mengalami luka hati, kekecewaan. Kecewa karena sebagian aparat pemerintah tak dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Kecewa karena para pemimpin tidak bisa menjadi teladan, termasuk pemimpin-pemimpin rohani. Kecewa karena gereja yang tidak bisa menjadi jawaban bagi dunia, dan sebagainya.

Namun, sesungguhnya jika anak-anak Tuhan terus menyimpan luka hati seperti itu, kita tidak dapat memulihkan Indonesia yang sedang terluka. Bukankah orang sakit tidak dapat menyembuhkan orang sakit?

Jika kita mengasihi Indonesia dan mau berdoa untuk bangsa ini, yang pertama-tama harus kita lakukan adalah memulihkan dan mengubah sikap diri sendiri. Perenungan atas ayat 2 Tawarikh 7:14 mengurai langkah-langkahnya, “… dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku di-sebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari surga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka.” Inilah yang Allah kehendaki dari kita, yang seharusnya menjadi para pendoa bagi bangsa ini.

Hari ini, mari kita melihat kembali ke dalam diri. Mari kita melepaskan segala sakit hati, bertobat, dan mencari wajah Tuhan dengan sungguh hati, sehingga Allah akan mendengar doa kita yang memohon pemulihan bagi negeri ini -PK


Mana yang lebih penting; berdoa atau bekerja? Ada yang berkata bahwa berdoa lebih penting, sebab tanpa berdoa kita tidak bisa melakukan apa-apa. Namun ada juga yang mempertanyakan, buat apa banyak berdoa, tetapi tidak bekerja?

Bagi Nehemia, kedua hal ini tak perlu diadu tingkat kepentingannya. Mari simak apa yang ia lakukan. Saat menghadapi tantangan dan ancaman dari Sanbalat dan Tobia, Nehemia menaikkan doa kepada Tuhan agar rencana musuhnya digagalkan. Namun, Nehemia juga menyuruh orang-orangnya agar tetap berjaga-jaga supaya dapat mengantisipasi bila sewaktu-waktu ada serangan musuh (ayat 9).

Dari Nehemia kita belajar bahwa doa adalah hal yang sangat penting, tetapi bekerja juga hal yang tidak kalah penting. Dalam film Facing The Giants, seorang pendeta bertutur kepada sang pelatih futbol tentang dua petani yang sama-sama berdoa meminta hujan kepada Tuhan. Petani yang pertama hanya berdoa, tetapi ia tidak mempersiapkan ladangnya untuk menerima hujan. Sedangkan petani yang kedua bukan hanya berdoa, tetapi juga mempersiapkan ladangnya. Jika kemudian Tuhan memilih; kepada petani mana Tuhan akan menurunkan hujan? Tentu yang kedua, karena dengan mempersiapkan ladang, ia beriman bahwa doanya akan dikabulkan.

Ketika menghadapi rintangan dalam hidup ini, mari kita datang kepada Tuhan. Sampaikan segala keluh kesah kita kepada-Nya, dan percayalah bahwa Tuhan pasti akan menolong. Namun sementara itu, kita pun harus waspada dan memikirkan cara terbaik untuk mengatasi masalah tersebut. Tak hanya berdoa, kita harus bekerja juga -RY


Dalam sebuah pengadilan, peran seorang advokat atau pengacara sangat penting. Pembelaannya di depan hakim akan menentukan nasib sang terdakwa. Bayangkanlah cerita Alkitab hari ini dengan situasi sebuah pengadilan. Kota Sodom dan Gomora duduk di kursi terdakwa; Allah sebagai Hakim; jaksa penuntut diperankan oleh banyak orang yang berkeluh-kesah tentang kedua kota itu; dan Abraham tampil membela pihak tertuduh dengan argumentasinya yang gigih.

Dengan “keberanian” yang mengagumkan, Abraham melakukan “tawar-menawar” dengan Tuhan tentang jadi atau tidaknya Dia menjatuhkan hukuman atas Sodom dan Gomora. “Kesepakatan” antara Tuhan dengan Abraham akhirnya diperoleh. Hukuman terhadap Sodom dan Gomora tetap dilaksanakan. Namun, perhatikanlah bahwa Allah menyatakan kemurahan-Nya kepada orang-orang yang percaya kepada-Nya. Dan, Allah pun menjalankan misi penyelamatan atas Lot dan keluarganya. Mengapa? Karena Dia “ingat kepada Abraham”! Peristiwa ini sungguh menggetarkan hati. Allah mengingat Lot karena doa yang dinaikkan Abraham.

Sebuah lagu pop rohani berkata: “Bila kau rasa sepi dan hatimu pun sedih, ingatlah seorang mendoakanmu.” Doa syafaat adalah seruan permohonan kepada Tuhan atas nama pihak lain. Tuhan memedulikan doa semacam ini. Abraham berseru kepada Tuhan atas nama Lot, dan Lot pun diselamatkan. Tuhan ingat seruan Abraham. Kita pasti pernah, atau bahkan sedang diberkati karena seseorang mendoakan kita. Namun, sebaliknya, biarlah ada seseorang yang juga diberkati karena Allah ingat akan doa-doa kita untuknya -PAD


“Inilah hari yang dijadikan TUHAN, marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita karenanya!” (Mazmur 118:24)

Tuhan, hari ini adalah milik-Mu. Buatlah hatiku melekat pada-Mu hari ini. Bebaskanku dari pikiran-pikiran, urusan-urusan, dan kekuatiran duniawi. Angkatku ke suasana ilahi yang penuh dengan iman, percaya, dan harapan. Kiranya damai sejahtera-Mu melingkupiku dan memenuhi pikiranku.

Biarlah perhatianku minggu lalu, kemarin, dan besok kutanggalkan karena hari ini aku memilih untuk menyendiri bersama-Mu. Ketika aku menelusuri sungai, duduk di atas gelondongan kayu yang berlumut di padang rumput, atau merenungkan kebesaran-Mu dari tebing jurang di lereng gunung, Engkau terasa dekat. Biarlah pelataran bait-Mu bersabda kepadaku, meneduhkanku.

Ketika aku mencoba menanamkan pemulihan-Mu atas jiwaku kepada orang yang sakit atau berkecil hati, lingkupi mereka dengan kasih-Mu.

Terima kasih Tuhan untuk hari ini.