Beberapa tahun yang lalu di sebuah desa terpencil ada tinggal seorang pemuda yang menolak untuk percaya bahwa Tuhan memiliki kontrol total atas semuanya.

Suatu hari dia mengatakan pada ibunya bahwa Tuhan tidak dapat membuat ia makan makanan jika ia tidak mau makan selama sehari. Untuk membuktikan ini, dia memutuskan untuk tidak mau makan dan melihat apakah Tuhan bisa membuat dia makan. Ibunya mencoba yang terbaik agar anaknya mau makan. Terganggunya permohonan ibunya, ia berlari agak jauh dan memutuskan untuk memanjat pohon untuk melarikan diri. Ibu itu meninggalkan makanan untuk anaknya di bawah pohon dan berpikir bahwa anaknya mungkin akhirnya menyerah dan ingin makan.

Saat malam tiba, sekelompok perampok melewati pohon itu. Mereka melihat ada makanan lezat di bawah pohon. Mereka saling memandang dengan takjub dan berpikir bahwa seseorang ingin menjebak mereka.

“Mungkinkah bahwa aparat penegak hukum berusaha meracuni kita dengan makanan yang lezat?” kata salah satu perampok.

“Mungkin saja!” kata. Yang lain. “Mari kita lihat!” kata mereka sambil melihat sekeliling untuk melihat apakah ada orang di dekatnya.

Tiba-tiba salah satu dari mereka melihat orang muda tadi duduk di atas pohon. Para perampok punya ide. Mereka menariknya ke bawah dan menyuruhnya untuk makan makanan untuk melihat apakah makanan itu beracun.

Anak muda itu menolak untuk makan karena dia masih di bawah sumpah. Karena perampok mengetahui alasannya, mereka menjadi curiga dan mulai memukuli orang muda itu untuk makan. Pemuda akhirnya menyerah dan mulai makan. Melihat bahwa makanan itu tidak beracun, para perampok meninggalkannya dan pergi.

Pemuda itu akhirnya harus mengakui bahwa Tuhan memiliki kontrol total atas semuanya!