Tiga orang anak remaja saling membanggakan bapaknya sambil menceriterakan bagaimana sang bapak masing-masing menghasilkan nafkah penghasilannya.

Anak 1: “Bapak saya hebat, akhli komputer, penghasilannya besar bila ia bekerja di depan komputernya selama satu jam ia akan memperoleh penghasilan sebesar Rp.50.000,-, itu paling kurang.”

Anak 2: “Kalah dong sama bapak saya. Bokap aku pengacara beken, dengan berbicara di pengadilan selama satu jam, maka ia akan memperoleh Rp.100.000,- paling sedikit.”

Anak 3: “Sudah deh, semuanya kalah sama bapak saya. Bapak saya kalau sudah berbicara di mimbar selama satu jam, paling tidak dibutuhkan sepuluh orang untuk mengumpulkan upahnya.”

(Dasar anak pendeta !)