Archive for 18 September 2010


Doa Cari Kerja


Ya Allah,
kami sudah tamat sekolah
namun belum bekerja.

Ingatkanlah ya Tuhan
agar belajar bertanggungjawab
minimal atas diri kami sendiri,
supaya tidak terus-terusan bergantung
kepada orangtua
dan menjadi beban keluarga.

Berilah kami orang-orang muda keberanian
menciptakan sendiri peluang berkarya
betapa pun kecil dan sederhananya.

Desaklah kami ya Tuhan
agar tidak hanya diam menunggu,
mengeluh dan bersungut-sungut
atau membuang waktu untuk hal-hal tak berguna
dengan seribu alasan “masuk akal”.

Kami tidak mau merusak jiwa kami dengan menganggur
sebab itu kami rela melakukan apa saja di sini
asal tak melanggar hukum.
jika perlu pergi keluar, atau jauh-jauh merantau,
berbekal iman kepada AnakMu, Tuhan Yesus Kristus. AMIN.


Gunung dari desa kandibata adalah sangat terlihat jelas. karena Desa kandibata itu juga termasuk dataran tinggi kecamatan kabanjahe, kab.Karo.

Pada saat  megeluarkan asap tebal. Hal ini sontak membuat warga di sekitar gunung tersebut panik dan mengungsi dari tempat tinggalnya.

“Asap tebal sekali, gumpalan asapnya tinggi. Warga panik dan mengungsi, warga Desa Kecamatan Naman Teran, Kabupaten Karo, SumateraUntungnya daerah inilah terakhir titik aman letusan gunung tersebut, dimana bahwa di desa kandibata ini sampai sekarang belum ada yang di data mengungsi akibat letusan gunung dari Jumat (27/8/2010).

Namun bau belerang  itu tercium dari Gunung yang mengeluarkan asap tersebut. Tapi sampai sekarang warga di Desa Kandibata ini masih bisa bertahan.


Sabtu, 28 Agustus 2010 | 00:19 WIB
shutterstock
Ilustrasi

KANDIBATA.com – Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Jumat (27/8) sekitar Pukul 20.00 WIB menyemburkan debu belerang.

Beberapa warga  di sekitar Kecamatan Namo Terang menyebutkan, debu berwarna putih bercampur zat belerang tersebut menyembur berulang kali dari kawah Gunung Sinabung hingga radius puluhan kilometer. Beberapa jam sebelum peristiwa itu warga sempat mendengar suara gemuruh di sekitar puncak gunung tersebut.

“Kejadian seperti itu sebelumnya tidak pernah terjadi dan banyak warga sempat panik melihat semburan debu putih dengan bau belerang itu,” kata Hardi, warga Desa Kuta Gugung, Kecamatan Namo Terang.

Menyusul adanya semburan itu ratusan warga di sekitar kaki gunung berapi yang masih aktif itu terpaksa mengungsi. Debu belerang juga menyebar hingga ke sejumlah jalan raya di Kabupaten Karo, sehingga cukup mengganggu pengguna jalan.

Intensitas semburan debu bercampur belerang yang melanda sejumlah desa di Kabupaten Karo tersebut dirasakan mulai berkurang menjelang pukul 22.00 WIB atau dua jam pasca semburan awal.

Hardi menambahkan hingga menjelang Jumat tengah malam di desanya belum ada terlihat Tim SAR maupun petugas dari Satuan Koordinasi Pelaksana (Satkorlak) Penanggulangan Bencana Pemkab Karo.


Anda pasti sudah hapal dengan istilah LAN (Local Area Network) atau WAN (Wide Area Network). Tapi, apa pula yang dimaksud dengan SAN (Storage Area Network)? PC Mild kali ini akan membahas tentang apa dan bagaimana SAN itu. Perusahaan-perusahaan besar yang menerapkan TI sebagai tulang punggung mereka, memiliki informasi dalam jumlah yang sangat besar. Jumlah informasi tersebut terus bertambah dari waktu ke waktu. Misalnya saja informasi yang dimiliki sebuah bank dengan jutaan nasabah. Setiap informasi lalu lintas keuangan, pertumbuhan nasabah, dan lain-lain terus dicatat, dan disimpan dalam sebuah sistem TI perbankan. Bank tersebut tentu harus memiliki kapasitas penyimpanan yang besar, cepat, dan harus pula dapat dikembangkan, sesuai dengan pertum buhan informasi yang di milikinya. Bagaimana sistem penyimpan (storage) yang sesuai dengan kebutuhan penyimpanan yang besar, dan terus tumbuh tersebut? SAN adalah jawabannya.

Apa Itu SAN?

SAN adalah sebuah jaringan berkecepatan sangat tinggi yang khusus, terdiri dari server dan penyimpan. Terpisah dan berbeda dengan LAN/WAN perusahaan, tujuan utama SAN adalah untuk menangani trafik data dalam jumlah besar antara server dan peralatan penyimpan, tanpa mengurangi bandwidth yang ada di LAN/WAN. SAN tersambung melalui Fiber Channel, serabut optik berkecepatan tinggi atau kabel tembaga untuk menginterkoneksikan perangkat server dan penyimpanan, yang mengakibatkan kecepatan transfer data sampai 200 Mbps dalam konfi gurasi loop ganda, atau 100 Mbps dalam mode redundant. Teknologi ini menjadikan SAN sebuah jaringan dedicated, platform-independent yang beroperasi dibelakang server.

Panjang bus serabut optik dapat mencapai 10 km (atau 6,25 mil), tanpa menggunakan teknologi struktur penyambung atau switch. Lebih jauh lagi, SAN dapat menyokong dan memetakan SCSI, HIPPI, IP, ATM, dan jaringan serta saluran protokol lainnya. SAN terjadi jawaban atas keterbatasan cara tradisional dalam menyam bungkan server dengan media penyimpanannya yang tidak lagi bisa memenuhi kebutuhan saat ini untuk akses secara cepat data dalam jumlah yang besar. Teknologi SCSI yang menggunakan kabel paralel sangat membatasi kecepatan, jarak tempuh data, maupun jumlah media penyimpan yang bisa ditempelkan. Konsep tradisional hubungan server dan penyimpanan mengacu pada logika bahwa pemilik media penyimpan tersebut adalah server, hal ini menyebabkan terjadi pembatasan dalam akses data. Pada saat ingkungan komputasi bergerak dari model yang server-centric ke data-centric, akses ke sumber daya data menjadi sangat kritis. SAN adalah memungkinkan sumber daya penyimpanan untuk di-share, memberikan layanan akses data secara terus menerus, cepat, dan mudah.


Metropolitan Area Network atau disingkat dengan MAN adalah suatu jaringan dalam suatu kota dengan transfer data berkecepatan tinggi, yang menghubungkan berbagai lokasi seperti kampus, perkantoran, pemerintahan, dan sebagainya.

Gambar Contoh MAN:

Jaringan MAN adalah gabungan dari beberapa LAN. Jangkauan dari MAN ini antar 10 hingga 50 km, MAN ini merupakan jaringan yang tepat untuk membangun jaringan antar kantor-kantor dalam satu kota antara pabrik/instansi dan kantor pusat yang berada dalam jangkauannya.