Archive for 17 September 2010



Seorang dosen sedang berbicara terlalu menjemukan di dalam sebuah kelas ketika ia melihat seorang mahasiswa tidur di barisan belakang.

Dosen itu berteriak kepada mahasiswa lain yang ada di sebelah mahasiswa yang sedang tidur itu, “Hei, segera bangunkan dia!”

Mahasiswa yang duduk di sebelah tadi menjawab, “Anda yang membuat dia tidur, Anda yang harus membangunkan dia!”


Joni kecil kembali dari sekolah dan mengatakan ia mendapat nilai F dalam aritmatika.

“Kenapa?” tanya ayah.
“Sang guru bertanya ‘Berapa 2×3?’ dan aku berkata ‘6’”
“Tapi itu benar!”
“Lalu dia bertanya padaku ‘Berapa 3×2?'”
“Sialan, apa bedanya?!!”
“Persis seperti itulah yang saya katakan!”


Manajer sebuah perusahaan besar mendapat serangan jantung, dan dokter menyuruhnya pergi selama beberapa minggu ke sebuah peternakan untuk bersantai. Orang itu pergi ke sebuah peternakan, dan setelah beberapa hari ia sangat bosan, maka ia meminta petani untuk memberinya beberapa tugas untuk dilakukan.

Petani menyuruhnya membersihkan kotoran sapi. Petani itu berpikir bahwa dengan seseorang yang datang dari kota, dengan seluruh kehidupannya yang hanya duduk di kantor, ia akan memerlukan lebih dari seminggu untuk menyelesaikan pekerjaan, tapi dia terkejut karena manajer itu menyelesaikan pekerjaan dalam waktu kurang dari satu hari.

Keesokan harinya petani memberikan sang manajer pekerjaan yang lebih sulit: untuk memotong 500 kepala ayam. Petani yakin bahwa manajer tidak akan dapat melakukan pekerjaan itu, tapi pada sore hari ternyata pekerjaan itu telah selesai.

Keesokan paginya, karena sebagian besar pekerjaan di ladang telah selesai dikerjakan, petani meminta manajer untuk membagi sekantong kentang dalam dua kotak: satu kotak dengan kentang kecil, dan satu kotak dengan kentang besar.

Pada sore hari petani itu melihat bahwa manajer duduk di depan keranjang kentang, tetapi dua keranjang tadi kosong. Petani itu bertanya kepada manajer:

“Bagaimana Anda bisa menyelesaikan pekerjaan sulit pada hari pertama, dan sekarang Anda tidak bisa melakukan pekerjaan sederhana seperti ini?”

Manajer itu menjawab: “Dengar, sepanjang hidupku aku biasa ‘memotong kepala’ dan berhadapan dengan ‘kotoran’ di kantor, tetapi sekarang Anda meminta saya untuk membuat keputusan…”


Seorang calon manajer menghabiskan satu minggu di kantor baru bersama manajer yang akan dia gantikan. Pada hari terakhir manajer lama berangkat dan berpesan, “Aku telah meninggalkan tiga buah amplop di laci meja. Buka amplop jika Anda menghadapi krisis yang tidak bisa dipecahkan…”

Tiga bulan kemudian ada drama besar, semuanya berjalan salah – dan manajer merasa sangat terancam oleh semua itu. Dia ingat kata-kata perpisahan dari pendahulunya dan membuka amplop pertama. pesan di dalamnya mengatakan “Salahkan pendahulu Anda!” Dia melakukannya dan akhirnya bebas.

Sekitar setengah tahun kemudian, perusahaan ini mengalami penurunan drastis dalam penjualan, digabungkan dengan masalah produk yang serius. Manajer cepat membuka amplop kedua. Pesan itu berbunyi, “Reorganisasi!” Dia akhirnya melakukannya, dan perusahaan pulih dengan cepat.

Tiga bulan kemudian, pada krisis berikutnya, ia membuka amplop ketiga. Pesan di dalamnya mengatakan “Siapkan tiga amplop…”


Istri : “Pa, kapan dapat THR dari kantor?”

Suami : “Kemarin, kan sudah papa kasihkan mama.”

Istri : “O, yang kemarin itu. kalo uang yang di laci papa itu, apa?”

Suami : “Yang mana?”

Istri : “Dalam amplop coklat yang diselipkan di buku, dalam laci paling bawah.”

Suami : “O, itu. itu uang sial…”

Istri : “Kok, uang sial, pa?”

Suami : “Iya, sudah disembunyikan masih ketahuan juga !!”